Tren Serangan Jantung Usia Muda Meningkat, Kenali Gejala Awalnya

Kantamedia.com – Kelompok usia produktif di bawah 40 tahun kini tidak lagi aman dari ancaman penyakit kardiovaskular. Data riset Cardio Metabolic Institut menunjukkan tren mengkhawatirkan, di mana sekitar 20 persen atau satu dari lima kasus serangan jantung saat ini justru ditemukan pada pasien usia muda. Fenomena ini membantah anggapan bahwa penyakit mematikan tersebut hanya mendominasi orang lanjut usia.

Penyakit ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari pola hidup tidak sehat serta kondisi medis tertentu. Faktor pemicu utamanya meliputi obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, kurang tidur, stres kronis, konsumsi ultra processed food (UPF), serta kebiasaan merokok dan minum alkohol. Riwayat genetik keluarga, dampak jangka panjang pasca-COVID-19, hingga keberadaan mikroplastik dalam darah juga memperparah risiko.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular dari FK UI, Dr. dr. Dede Moeswir, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat mengancam nyawa dalam hitungan menit akibat tersumbatnya aliran oksigen ke jantung. Jika tidak segera ditangani, kerusakan permanen pada otot jantung akan memicu gagal jantung.

Terapi utama yang dilakukan ialah membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat melalui tindakan intervensi koroner perkutan menggunakan kawat khusus, balon, dan pemasangan stent,” ujar dr. Dede dalam sidang promosi doktornya yang disiarkan via YouTube MedicineUI.

Gejala yang Sering Diabaikan

Di sisi lain, dokter spesialis jantung dari Mayapada Hospital Tangerang, dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), menyoroti fenomena toxic productivity yang memicu penyakit jantung koroner pada generasi muda. Kurang tidur kronis dan stres yang tidak terkelola mengacaukan metabolisme tubuh, sementara kebiasaan merokok mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.

“Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, merokok membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan,” kata dr. Aron.

Banyak anak muda terlambat mendapatkan pertolongan medis karena kerap menyepelekan gejala awal. Rasa nyeri, sensasi terbakar, atau tekanan di dada yang menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, dan ulu hati sering kali disalahartikan. Gejala penyerta seperti sesak napas, mual, pusing, dan keringat dingin juga kerap dianggap angin lalu.

“Gejala-gejala itu sering disalahartikan sebagai masuk angin, asam lambung, kelelahan, atau efek stres, sehingga anak muda tidak langsung memeriksakan diri,” pungkas dr. Aron. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *