Dampak Banjir, Banyak Desa di Aceh Hanya Tinggal Nama, 914 Orang Meninggal

Kantamedia.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkap banyak desa di Provinsi Aceh hilang imbas banjir besar Sumatra pekan lalu. Daerah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Aceh Tamiang.

Mualem menyebut desa-desa yang hilang itu tersebar di beberapa daerah. Jumlah korban jiwa sudah banyak. “Banyak kampung dan kecamatan yang tinggal nama sekarang. Jadi mereka udah banyak korban,” kata Mualem kepada wartawan, Sabtu (6/12/2025).

Mualem merasa sedih melihat empat daerah terparah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan sebagian Bireuen. Menurutnya, bantuan berupa sembako dan air bersih sangat dibutuhkan.

Weuh hate (sedih sekali) dan juga dengan rasa was-was kalau kita lihat beberapa kabupaten urgent sekali, parah sekali lebih banyak korban jiwa,” ucap Mualem.

Ia mengungkap di beberapa daerah banyak rumah warga hancur hingga hilang disapu banjir. Di Aceh Tamiang, kondisinya paling parah. “Aceh Tamiang hancur habis, atas sampai bawah sampai jalan sampai ke laut habis semuanya. Yang paling terpuruk adalah Aceh Tamiang,” ujar Ketua Umum Partai Aceh itu.

Banjir besar dan tanah longsor menimpa tiga provinsi di Pulau Sumatra pekan lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi mencapai 914 orang hingga Sabtu sore (6/12/2025). Sedangkan korban hilang 389 jiwa, terluka 4,2 ribu jiwa.

Selain itu, 105,6 ribu rumah rusak yang tersebar di 52 kabupaten terdampak.

Korban meninggal dunia terbanyak tercatat ada di Kabupaten Agam, sebanyak 171 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni 262,1 ribu jiwa.

Walaupun sudah banyak desakan dari berbagai pihak, pemerintah masih belum menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dengan status tanggap darurat bencana nasional. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Bsi
Premium Wordpress Themes