Kantamedia.com – Kementerian Kesehatan memastikan Varian Baru COVID-19 BA.3.2 atau dikenal sebagai Cicada belum terdeteksi di Indonesia hingga akhir Maret 2026. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan penyebaran varian tersebut di sedikitnya 25 negara.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Varian Baru COVID-19 Cicada di dalam negeri. Ia menyebut kondisi tersebut menunjukkan situasi epidemiologi nasional masih terkendali.
“Hingga saat ini, Indonesia belum menemukan kasus varian Cicada. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengategorikan varian ini sebagai Variant Under Monitoring (VUM) sejak akhir 2025,” ujar Aji dalam pernyataan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan telah dikategorikan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) oleh World Health Organization sejak 5 Desember 2025. Berdasarkan pemantauan global, varian ini belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyebaran maupun dampak klinis.
Menurut WHO, risiko kesehatan masyarakat dari varian tersebut masih tergolong rendah. Tidak ditemukan indikasi peningkatan keparahan kasus, angka rawat inap, maupun kematian yang berkaitan langsung dengan varian ini.
Di Indonesia, Kemenkes mencatat varian yang saat ini dominan adalah XFG dengan proporsi 57 persen, disusul LF.7 sebesar 29 persen, serta XFG 3.4.3 sebanyak 14 persen. Ketiga varian tersebut dinilai memiliki tingkat risiko yang relatif rendah.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah belum memberlakukan kebijakan pengetatan di pintu masuk negara. Meski demikian, Kemenkes tetap memperkuat sistem pengawasan melalui surveilans, pelaporan rutin dari fasilitas kesehatan, serta pengujian sampel di laboratorium.
Aji juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan Varian Baru COVID-19 secara global dan nasional guna memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (*/pri)


