OJK dan BEI Kalteng Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

Palangka Raya, Kantamedia.com – Dalam rangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di sektor pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) bersama Bursa Efek Indonesia Kalimantan Tengah (BEI Kalteng) dan Masyarakat Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah (MES Kalteng) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah sebagai bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota MES Kalteng, organisasi Islam, pelaku UMKM, serta peserta Sekolah Pasar Modal Syariah, dengan tujuan memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi berbasis syariah yang aman dan berkelanjutan.

Baca juga:  OJK Dorong Transformasi BPR/BPRS Kalteng Lewat Evaluasi Kinerja dan Capacity Building 2025

Data nasional menunjukkan tren positif pasar modal syariah di Indonesia, dengan jumlah investor mencapai 219.828 pada awal tahun 2026 dan total saham syariah tumbuh 103,02 persen sejak 2016 hingga Maret 2026, mencapai 672 saham syariah. Pertumbuhan ini mencerminkan ekosistem pasar modal syariah yang semakin kuat, didukung oleh instrumen seperti sukuk dan reksa dana syariah.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas literasi investasi syariah. “Kami berharap masyarakat semakin memahami potensi pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sehingga mampu terhindar dari praktik investasi ilegal,” ujarnya.

Baca juga:  Hari Pelanggan Nasional, Kepala OJK Kalteng Turun Langsung Layani Masyarakat

Sementara itu, Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa penguatan literasi pasar modal syariah menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan. “OJK terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap instrumen pasar modal syariah, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan investasi di era digital,” terangnya.

Ketua Umum MES Kalteng, Norhani, menambahkan bahwa sinergi antara regulator, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah. “Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar dalam mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap investasi syariah, sekaligus memperkuat peran komunitas dalam edukasi berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga:  Literasi Keuangan Nasional Naik, OJK Kalteng Fokus Digital

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari OJK, BEI, dan perusahaan sekuritas terkait instrumen pasar modal syariah, mekanisme investasi aman, serta proses pembukaan rekening efek syariah.

Melalui kegiatan ini, OJK Kalteng bersama para pemangku kepentingan berharap masyarakat dapat menjadi investor yang cerdas, waspada, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*Mhu)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *