Muara Teweh, Kantamedia.com – Pimpinan daerah mengintensifkan komunikasi dua arah dengan elemen masyarakat melalui pendekatan kultural dan keagamaan guna menjaring aspirasi secara langsung. Pola interaksi informal ini dinilai efektif untuk mempererat hubungan emosional sekaligus menyerap masukan riil terkait dinamika pembangunan di tingkat akar rumput.
Langkah pendekatan tersebut tercermin saat Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin melaksanakan ibadah salat Jumat berjamaah di Masjid Raya Shiratal Mustaqim pada Jumat (1/5/2026). Momentum sakral ini dimanfaatkan oleh pucuk pimpinan wilayah untuk membaur dan berdialog tatap muka dengan para ulama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Sinergi yang dibangun oleh Pemkab Barito Utara dengan institusi keagamaan merupakan pilar strategis dalam merawat stabilitas sosial. Usai penunaian ibadah, bupati tampak berbincang hangat dan berdiskusi ringan mengenai berbagai persoalan kemasyarakatan yang tengah berkembang di lingkungan sekitar masjid.
Bupati menegaskan bahwa pemikiran dan nasihat dari para tokoh agama memegang peranan krusial sebagai jembatan informasi antara kebijakan pemerintah dan ekspektasi publik. Masukan yang diperoleh dalam forum santai seperti ini sering kali lebih jujur dan objektif, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan daerah ke depan.
“Melalui agenda tatap muka ini, kami ingin meruntuhkan sekat birokrasi, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan maupun harapan warga. Kebersamaan ini menjadi modal utama kita dalam mewujudkan Barito Utara yang lebih maju, aman, dan harmonis,” kata bupati.
Melalui konsistensi program turun ke lapangan ini, Shalahuddin menyatakan komitmen Pemkab Barito Utara untuk terus menyelaraskan program kerja pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat. Penguatan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang digerakkan dari rumah ibadah diharapkan mampu membentengi daerah dari potensi gesekan sosial di masa mendatang. (pri)






