PULANG PISAU, Kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar Apel Siaga Personel dan Gelar Peralatan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati, Selasa (5/8/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, camat se-kabupaten, relawan, dunia usaha, dan instansi terkait.
Dalam arahannya, Bupati Rifa’i menegaskan bahwa Pulang Pisau termasuk wilayah dengan kawasan gambut luas dan rawan karhutla, terutama saat musim kemarau. Berdasarkan hasil rapat koordinasi BNPB dan Kementerian Kehutanan RI, periode 1–10 Agustus 2025 diprediksi menjadi masa rawan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Apel siaga ini bertujuan mengokohkan langkah terpadu antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat melalui relawan, untuk mewujudkan Pulang Pisau yang tangguh menghadapi bencana,” tegas Rifa’i.
Bupati juga menyampaikan lima poin penting, yaitu:
1. Meningkatkan sinergi dan komunikasi dalam mitigasi bencana.
2. Memberikan bimbingan dan pelatihan kepada masyarakat.
3. Menyiapkan tempat pengungsian dan jalur evakuasi.
4. Memastikan kesiapan seluruh peralatan.
5. Menjamin ketersediaan logistik.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi seperti pemantauan hotspot menggunakan aplikasi Sipongi, pemanfaatan drone, dan sistem komunikasi darurat. “Patroli terpadu, penyuluhan, dan penguatan kapasitas tim relawan harus terus dilakukan. OPD, camat, dan kepala desa wajib menyusun rencana mitigasi berbasis risiko,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengungkapkan bahwa apel ini tidak hanya untuk pengecekan personel dan peralatan, tetapi juga disertai simulasi penanganan karhutla.
“Simulasi ini menjadi gambaran teknis di lapangan. Meski beberapa hari terakhir hujan turun, kita tetap siaga, apalagi BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada September,” kata Herman.
Ia menambahkan, titik hotspot di Pulang Pisau memang ada, namun belum signifikan. Koordinasi dengan BMKG akan terus dilakukan untuk langkah antisipasi hingga akhir musim kemarau. (arw)


