Gerakan itu bernama GAPURA (Gerakan Pemuda Untuk Rakyat), yang resmi diperkenalkan kepada publik sebagai wadah kolaborasi dan perjuangan generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
GAPURA lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan di wilayah ini, yang dinilai masih membutuhkan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan.
Secara filosofis, nama “Gapura” dipilih karena melambangkan pintu masuk menuju perubahan, gerbang kebangkitan, dan ruang peralihan dari kepedulian menjadi tindakan nyata.
Aris, pencetus sekaligus Ketua GAPURA, menegaskan bahwa gerakan ini lebih dari sekadar komunitas. “GAPURA hadir sebagai ruang bagi pemuda untuk bersatu, bergerak, dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan,” ujarnya.
Aris berharap GAPURA dapat berkembang menjadi gerakan positif yang diterima luas oleh masyarakat.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil. GAPURA adalah awal dari gerakan yang lebih besar, inklusif, dan berpihak kepada rakyat,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi dan solidaritas, GAPURA membuka diri bagi seluruh pemuda yang memiliki kepedulian dan keinginan untuk berkontribusi. Kehadirannya diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong kemajuan sosial yang berkeadilan di Kalimantan Tengah.
Sebagai penutup, Aris menegaskan visi utama gerakan ini: “Dari Rakyat, Untuk Rakyat,” (*/Rik)


