Kasus HIV/AIDS di Pulang Pisau Naik, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Pendampingan Pasien

Pulang Pisau, Kantamedia.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencatat tiga kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Penambahan ini terdiri dari satu ibu hamil dan dua laki-laki dewasa, sehingga total kasus meningkat dari delapan pada 2024 menjadi sebelas kasus hingga September 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Mimiwati, menjelaskan bahwa kasus baru ditemukan melalui program triple eliminasi yang mencakup pemeriksaan HIV (VCT), sifilis, dan hepatitis pada ibu hamil.

“Pada saat pemeriksaan, ibu hamil tersebut dinyatakan positif hepatitis sekaligus HIV/AIDS, sehingga kami segera melakukan tindak lanjut,” ujar Mimiwati, Rabu (24/9/2025).

Baca juga:  Pemkab Pulang Pisau Sosialisasi Perbup Pakaian Dinas ASN dan Tata Naskah Dinas

Dinas Kesehatan kemudian melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke rumah pasien untuk memeriksa keluarga dengan kontak erat. Hasilnya, suami pasien juga dinyatakan positif HIV/AIDS. Dua kasus lainnya ditemukan pada laki-laki dewasa, salah satunya merupakan pekerja luar daerah yang baru kembali ke Kalimantan Tengah.

Pendampingan konseling dilakukan secara berkelanjutan melalui puskesmas setempat, bertujuan memberikan dukungan psikologis dan bimbingan pola hidup sehat. “Kami sudah mengatur sistem ini agar penderita merasa tidak sendirian menghadapi kondisi yang sulit,” kata Mimiwati.

Untuk pengobatan, pasien diarahkan ke RS Doris Sylvanus Palangka Raya yang menyediakan terapi Antiretroviral (ARV) secara gratis. Mimiwati menambahkan, banyak pasien enggan berobat di fasilitas lokal karena khawatir terhadap stigma masyarakat.

Baca juga:  Buka Musorkab KONI Pulang Pisau, Wabup Dorong Pengurus Baru Tingkatkan Prestasi

Dinas Kesehatan Pulang Pisau berkomitmen melanjutkan upaya deteksi dini, pendampingan, serta edukasi masyarakat guna menekan angka kasus dan mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS. (Arw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *