Dalam arahannya, Wabup Jayadikarta menyampaikan bahwa sejak dirinya dilantik sebagai Wakil Bupati, ia mendapat mandat dari Sekda untuk memimpin Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pulang Pisau.
“Langkah awal yang kami lakukan waktu itu adalah membahas anggaran dan melakukan studi banding ke Kabupaten Gunung Mas serta ke Makassar. Di Makassar penanganan stunting sangat bagus, karena ada keterlibatan aktif CSR perusahaan, terutama sektor perhotelan,” ungkap Jayadikarta.
Ia menegaskan, upaya penurunan stunting di Pulang Pisau juga harus melibatkan kolaborasi semua pihak. Khusus di Kecamatan Jabiren Raya, terdapat empat lokus stunting yakni Desa Simpur, Tanjung Taruna, Saka Kajang, dan Tumbang Nusah. Dari total 51 sasaran, Wabup menargetkan minimal 50 persen dapat diturunkan.
“Saya berharap di Jabiren Raya ini kita turun langsung dengan tim kesehatan untuk mengambil tindakan cepat. Selain itu, peran Kepala Desa sangat penting karena mereka yang lebih mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya,” tegasnya.
Wabup juga menyebut peran Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung program pemberian makan gratis bagi anak stunting.
“Kerja sama antara Kepala Desa, Posyandu, dan tim percepatan harus terus berjalan agar target penurunan stunting bisa tercapai,” pungkas Jayadikarta. (arw/*)


