Dalam sambutan Bupati Pulang Pisau yang dibacakan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, disampaikan bahwa tantangan kependudukan merupakan isu strategis yang harus dihadapi secara kolaboratif dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah mengambil langkah konkret melalui penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan, yang saat ini tengah diproses dalam bentuk Peraturan Bupati.
“Salah satu langkah penting dalam menjawab isu kependudukan adalah mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas, yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang bersih, tetapi juga sehat, berpendidikan, memiliki ketahanan ekonomi, serta bertanggung jawab secara sosial,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan mampu menjadi wadah integrasi berbagai program pemerintah, di antaranya penguatan program keluarga berencana, pencegahan pernikahan usia dini, peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Wakil Bupati Pulang Pisau dalam wawancaranya menegaskan bahwa workshop ini difokuskan pada empat program utama yang menyasar masyarakat secara langsung.
“Workshop ini memuat empat fokus utama, yaitu pengaturan jarak kehamilan, pencegahan pernikahan usia dini, perbaikan sanitasi dan akses layanan kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk menekan angka putus sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus berupaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan program pemerintah pusat, termasuk mendorong usia pernikahan ideal di atas 21 tahun.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan nyata dalam pembangunan kependudukan di Pulang Pisau. Dukungan tersebut turut mengantarkan Kabupaten Pulang Pisau meraih dua penghargaan tingkat nasional.
“Pertama, penghargaan PJPK atas penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, di mana Pulang Pisau menjadi salah satu daerah yang lebih awal menyusunnya. Kedua, penghargaan atas dukungan terhadap peningkatan kesertaan KB pria, yang ditandai dengan pelaksanaan kegiatan vasektomi di rumah sakit daerah,” ungkapnya.
Melalui momentum workshop ini, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menargetkan seluruh desa dan kelurahan dapat menjadi Kampung Keluarga Berkualitas dengan klasifikasi berkelanjutan. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Mari kita bersama-sama berpartisipasi membangun Pulang Pisau sesuai tugas dan fungsi masing-masing, guna mewujudkan Pulang Pisau yang JAYA,” pungkas Wakil Bupati. (arw/*)


