PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Meski beberapa hari terakhir diguyur hujan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya masih berlanjut. Sejumlah lokasi masih ditemukan mengeluarkan asap dan berpotensi memunculkan kembali api apabila proses pembasahan belum tuntas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi pemantauan penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (29/10/2026). Ia menjelaskan, tim satuan tugas masih melakukan pembasahan di lokasi yang menjadi sumber asap agar kebakaran dapat dituntaskan.
“Tim satgas sendiri saat ini masih melakukan upaya-upaya pembasahan di lokasi-lokasi yang masih terdapat sumber asap dan kita berupaya menuntaskan itu supaya asap ini betul-betul hilang dari wilayah Kota Palangka Raya,” ujar Heri.
Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sebagian berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemerintah daerah berharap hujan juga turun secara alami dan berkelanjutan sehingga membantu proses pemadaman, khususnya di kawasan yang masih menyimpan sumber panas.
Heri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah titik masih berpotensi menyala kembali karena pembasahan belum tuntas. Ketika angin bertiup, api yang tersisa dapat kembali muncul dan menghasilkan asap.
“Ketika ada angin, apinya bisa berpotensi muncul kembali,” katanya.
Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian berada di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau. Heri menyebut tim di lapangan masih melakukan penanganan di kawasan tersebut untuk menuntaskan sumber asap yang tersisa.
Selain melanjutkan penanganan karhutla, BPBD juga mulai memperhatikan potensi bencana lain menjelang berakhirnya status tanggap darurat yang disebut berlaku hingga 7 November 2026. Setelah periode tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan masa transisi untuk memulihkan kondisi masyarakat agar kembali normal.
Heri mengatakan, pihaknya tetap bersiaga menghadapi kemungkinan banjir, terutama karena Kota Palangka Raya dapat terdampak kiriman air dari wilayah hulu, termasuk Kabupaten Gunung Mas.
“Untuk banjir, tentu kita dari BPBD selalu siaga dan melakukan pemantauan karena kita juga melihat laporan dari teman-teman kita yang ada di wilayah hulu,” jelasnya.
Upaya antisipasi dilakukan melalui patroli dan pengawasan di kawasan rawan banjir, khususnya permukiman di sepanjang bantaran sungai. BPBD juga memantau intensitas hujan di wilayah hulu sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah hilir.
Jika curah hujan di wilayah hulu meningkat, pengawasan di Palangka Raya akan diperkuat untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air. Heri menyatakan BPBD berupaya memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga selama masa peralihan penanganan bencana, baik terhadap sisa dampak karhutla maupun potensi banjir. (daw)






