Dorong PPID Berikan Informasi Akurat Lewat Layanan Digital Tatau

Palangka Raya, Kantamedia.com– Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan keterbukaan informasi publik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Hal itu disampaikannya saat Visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 di Ruang Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (19/10/2026) lalu.

“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dan fondasi kepercayaan kepada pemerintah,” tegas Fairid.

Menurutnya, visitasi yang dilakukan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi momentum bagi Pemko Palangka Raya untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas keterbukaan informasi di lingkungan pemerintahan.

Fairid mengatakan, pihaknya berkomitmen memastikan setiap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga menghadirkan informasi yang akurat, mutakhir, dan dibutuhkan masyarakat.

“Untuk itu, kami terus meningkatkan kapasitas PPID Pelaksana dan menghadirkan layanan digital terkini,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan digital melalui chatbot Tatau atau Teman Tanya Urusan Warga. Layanan tersebut terintegrasi dengan situs utama Pemko di http://palangkaraya.go.id dan situs PPID di http://ppid.palangkaraya.go.id.

Pengembangan layanan digital itu diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, tidak hanya dari sisi ketersediaan data tetapi juga kemudahan akses.

Fairid juga menyoroti pentingnya informasi yang cepat dan akurat, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Informasi yang cepat dan akurat bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemko Palangka Raya mengembangkan sistem pemantauan karhutla yang mengintegrasikan data titik panas, kualitas udara, jarak pandang, hingga kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dari 11 puskesmas induk melalui dashboard publik dan peta interaktif.

“Kami berharap visitasi ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan keterbukaan informasi yang semakin bermakna. Sebab, kepercayaan publik tidak cukup dibangun dengan kata-kata, tetapi tumbuh ketika masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir secara terbuka, mendengar, dan melayani,” pungkasnya. (*/Fay)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *