Pemko Palangka Raya Dua Kali Ajukan Banpres untuk Penanganan Karhutla

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Pemerintah Kota Palangka Raya mengaku telah dua kali mengajukan permohonan bantuan presiden (Banpres) kepada pemerintah pusat untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan usulan tersebut telah disampaikan melalui sejumlah jalur, termasuk kepada kementerian dan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pemko juga terus mengawal pengajuan tersebut secara berjenjang.

“Yang jelas usulan kami sudah kami usulkan. Sudah itu aja, dua kali malah,” kata Fairid, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan Pemko Palangka Raya kembali menyampaikan usulan tersebut karena wilayahnya turut terdampak karhutla. Menurut Fairid, permintaan Banpres bukan karena pemerintah kota tidak memiliki kemampuan anggaran untuk menangani kebakaran.

“Jangan menjadikan Banpres itu karena Pemko alasan tidak punya uang. Bukan ya, sekali lagi. Kami kan hanya menanyakan kenapa kami juga terdampak, tapi tidak dapat,” tegasnya.

Fairid mengatakan pemerintah kota akan tetap menangani karhutla meski bantuan tersebut belum diterima. Menurutnya, seluruh unsur pemerintahan bersama Forkopimda harus menghadapi kondisi tersebut dan mencari solusi bersama.

“Tapi kalau itu memang tidak dapat, seperti yang saya sampaikan di awal, apapun beserta jajaran, apapun situasi dan kondisinya, harus dihadapi. Harus dihadapi ya, kita lewati bersama-sama, cari solusi bersama-sama,” ujarnya.

Terkait pengawalan usulan tersebut, Fairid mengatakan komunikasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemerintah provinsi hingga kementerian dan pemerintah pusat.

“Semua kita lakukan. Kita sesuai berjenjang, baik itu provinsi sampai dengan kementerian dan juga pusat,” katanya.

Ia juga menyebut komunikasi dengan pihak terkait telah dilakukan, termasuk pembahasan bersama jajaran pemerintah provinsi. Pemko akan kembali melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti perkembangan usulan bantuan tersebut.

“Iya, nanti kita koordinasi lagi setelah ini,” ujar Fairid.

Di tengah belum adanya kepastian bantuan, Pemko Palangka Raya tetap melakukan penanganan karhutla melalui penambahan personel, termasuk melibatkan Satgas dari OPD pemerintah kota untuk membantu menangani titik-titik api yang masih ditemukan di lapangan. (daw)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *