Orang nomor satu di Kota Palangka Raya inipun mengimbau warga kota setempat yang ingin ke Tanah Suci untuk umrah dalam waktu dekat, dapat menunda keberangkatannya sementara waktu.
“Kalau menurut saya lebih baik ditunda dulu sampai ada kejelasan. Keselamatan jemaah yang paling penting,” ucapnya, Kamis (5/3/2026).
Dikatakan, pemerintah dan juga masyarakat itu sendiri tentu harus mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang saat ini tidak menentu, dan eskalasinya semakin tinggi.
Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, dipastikan akan berdampak pada aktivitas perjalanan internasional, pergerakan ekonomi dunia, termasuk pelaksanaan ibadah umrah.
Terlebih dengan situasi yang mencekam akibat serangan militer di Timur Tengah, membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke wilayah tersebut.
“Dengan kondisi tersebut, maka diperlukan kehati-hatian. Salah satunya untuk sementara waktu bisa menunda keberangkatan ibadah umrah, sampai pada saatnya situasi dan keamanan benar-benar kondusif,” pungkas Fairid. (*/Fay)


