Palangka Raya, Kantamedia.com – Proses pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kalimantan Tengah mulai berjalan. Dari total sekitar 270 unit yang direncanakan, sebanyak 103 unit saat ini telah memasuki tahap konstruksi.
Pengawas Kabupaten/Kota PT Agrinas, Agus, menyampaikan seluruh bangunan koperasi dirancang dengan desain dan ukuran yang seragam. Setiap unit ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan sejak pembangunan dimulai, dengan dukungan lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI dan pemerintah daerah.
“Untuk Kalimantan Tengah, saat ini ada 103 unit yang benar-benar dibangun secara khusus, bukan yang menumpang di bangunan lama,” ujar Agus, Selasa (31/12).
Namun demikian, progres pembangunan tidak lepas dari sejumlah kendala. Faktor cuaca menjadi tantangan utama seiring masuknya musim hujan di wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu, pasokan material bangunan yang sebagian besar didatangkan dari luar Kalimantan turut memengaruhi kecepatan pekerjaan.
Keterbatasan tenaga kerja juga menjadi persoalan, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan hulu. Kondisi tersebut menyebabkan laju pembangunan di sejumlah titik belum berjalan secara merata.
Secara sebaran, pembangunan koperasi terbanyak berada di Kabupaten Barito Utara, Gunung Mas, dan Lamandau. Menariknya, sebagian besar lokasi pembangunan berada di wilayah hulu, dengan syarat minimal jumlah penduduk desa mencapai 500 jiwa.
Agus menegaskan pembangunan Koperasi Merah Putih tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara PT Agrinas, TNI, Kementerian Koperasi, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci percepatan pelaksanaan program.
Dengan target penyelesaian penuh pada tahun mendatang, pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat ekonomi desa yang lebih merata dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Daw).



