Agustiar Sebut Bantuan Karhutla Kalteng Terus Berjalan

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan pemerintah provinsi terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari bantuan pangan hingga penyediaan air bersih. Ia juga menegaskan terbuka terhadap kritik dan aksi demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Agustiar pada Selasa (20/10/2026). Ia menyebut jumlah bantuan yang dimaksud mencapai sekitar 36 ribu, meski dalam keterangannya tidak merinci secara spesifik jenis bantuan maupun satuan penerimanya. Ia menyebut angka tersebut baru mencakup Palangka Raya.

“Kurang lebih 36 ribu kurang lebih, ya. Baru Palangka Raya,” ujarnya.

Agustiar mengatakan laporan mengenai warga yang terdampak karhutla masih terus diterima. Ia meminta agar masyarakat yang membutuhkan bantuan mendapat perhatian, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, juga membantu penyediaan air bersih di berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Ia menyebut nilai bantuan air bersih telah mencapai lebih dari Rp10 juta dan permintaan dari masyarakat akan terus dilayani melalui koordinasi dengan bupati dan wali kota.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Agustiar menyebut sejumlah upaya lain yang telah dilakukan, termasuk asuransi bagi relawan dan penyediaan Rumah Oksigen untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap. Ia juga mengapresiasi sinergi Pangdam dan Kapolda dalam penanganan karhutla.

Meski demikian, Agustiar mengakui pelaksanaan penanganan di lapangan masih dapat memiliki kekurangan dan perlu diperbaiki.

Terkait demonstrasi yang berlangsung di tengah persoalan karhutla, Agustiar menilai kritik masyarakat merupakan bagian dari demokrasi dan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik.

“Kalau ada demo, besok itu bagus, ya kan, untuk suatu apa? Di dalam demokrasi begini, bagus, ya. Untuk apa? Untuk vitamin kami, untuk energi kami, untuk membangun Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia menegaskan tidak menolak kritik dari masyarakat. Agustiar juga menyebut para pengkritik tetap merupakan bagian dari masyarakat yang harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai pemimpin daerah. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *