Ekspor Kalimantan Tengah Naik 10,60 Persen

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah selama semester pertama 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat nilai ekspor Januari–Juni 2026 mencapai US$1,881 miliar atau meningkat 10,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor tercatat sebesar US$16,82 juta atau turun 0,88 persen sehingga menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar US$1,864 miliar.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan seluruh ekspor Kalimantan Tengah pada Januari–Juni 2026 berasal dari sektor nonmigas. Komoditas utama yang menopang ekspor meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu, bungkil dan residu, bijih zirconium, niobium dan tantalum, zirconium silikat, makanan hewan, serta kimia dasar organik berbasis hasil pertanian.

Berdasarkan sektor usaha, ekspor hasil pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$1,319 miliar atau berkontribusi 70,12 persen terhadap total ekspor. Sementara itu, ekspor industri pengolahan mencapai US$551,11 juta dengan kontribusi 29,29 persen dan tumbuh 26,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, ekspor sektor pertanian mengalami penurunan 21,41 persen menjadi US$11,12 juta.

Dari sisi tujuan ekspor, Jepang masih menjadi negara tujuan utama dengan nilai US$502,31 juta atau 26,70 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$430,28 juta dan Tiongkok sebesar US$370,78 juta. BPS mencatat peningkatan ekspor terbesar terjadi ke Tiongkok yang naik 63,48 persen dibandingkan Januari–Juni 2025, disusul India yang meningkat 47,48 persen.

Untuk impor, BPS mencatat nilai impor Kalimantan Tengah selama Januari–Juni 2026 sebesar US$16,82 juta, turun tipis 0,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Komoditas impor utama didominasi mesin ekstraksi, aspal, pupuk, ketel uap, bangunan prefabrikasi, mesin pencampur, dan mesin lainnya. Malaysia menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$10,69 juta, diikuti Singapura sebesar US$3,94 juta dan Federasi Rusia sebesar US$1,76 juta.

Secara bulanan, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Juni 2026 mencapai US$397,26 juta, meningkat 46,09 persen dibandingkan Juni 2025 dan naik 56,06 persen dibandingkan Mei 2026. Pada periode yang sama, impor Juni 2026 tercatat sebesar US$0,99 juta, turun 58,58 persen dibandingkan Juni 2025. Kondisi tersebut mendorong surplus neraca perdagangan Juni 2026 menjadi US$396,27 juta, meningkat 47,02 persen secara tahunan. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *