Inflasi Kalteng Juli 2026 Capai 4,32 Persen, Kapuas Tertinggi

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kalimantan Tengah pada Juli 2026 mencapai 4,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 4,78 persen, sedangkan terendah di Sampit sebesar 3,58 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan inflasi tahunan dipicu kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok dengan kenaikan tertinggi yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,57 persen, disusul transportasi sebesar 7,12 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,69 persen.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 2,68 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 2,01 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,93 persen, pendidikan 1,86 persen, kesehatan 1,79 persen, pakaian dan alas kaki 1,54 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,37 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 2,63 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan harga masih berlangsung meski lebih rendah dibanding inflasi bulanan pada Juli 2025 yang mencapai 0,38 persen.

BPS mencatat seluruh daerah penghitungan IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi pada Juli 2026. Untuk inflasi bulanan, Kabupaten Sukamara menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 0,44 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Sampit sebesar 0,12 persen.

Komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi bulanan adalah daging ayam ras dengan andil 0,33 persen, diikuti bensin (0,10 persen) dan beras (0,09 persen). Sementara komoditas yang menahan laju inflasi antara lain bawang merah (-0,07 persen), ikan gabus (-0,06 persen), emas perhiasan (-0,05 persen), telur ayam ras (-0,05 persen), angkutan udara (-0,05 persen), serta cabai rawit (-0,05 persen).

Untuk inflasi tahunan, komoditas dengan kontribusi terbesar adalah beras dengan andil 0,76 persen, diikuti emas perhiasan (0,51 persen), bensin (0,33 persen), ikan nila (0,24 persen), minyak goreng (0,20 persen), ikan gabus (0,15 persen), daging ayam ras (0,14 persen), ikan patin (0,13 persen), angkutan udara (0,11 persen), dan bahan bakar rumah tangga (0,09 persen).

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain tomat, bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, rampela hati ayam, sabun deterjen bubuk, udang basah, labu parang, buah naga, dan kelapa.

BPS menilai perkembangan harga pada Juli 2026 secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, inflasi tahunan Kalimantan Tengah tercatat sebesar 2,13 persen, sedangkan pada Juli tahun ini meningkat menjadi 4,32 persen, mencerminkan tekanan harga yang lebih tinggi terutama dari komoditas pangan dan energi. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *