5. Tidak Ada Penghalang Air
Pastikan tidak ada benda yang menghalangi air menyentuh kulit secara langsung. Misalnya cat, lem, getah, kutek, atau lapisan lain yang menutupi permukaan kulit. Jika ada, benda tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berwudhu.
6. Bersih dari Zat Pengubah Sifat Air
Bagian tubuh yang akan dibasuh sebaiknya terbebas dari zat yang dapat mengubah sifat air, seperti lumpur tebal, sabun yang menempel, atau bahan lainnya. Hal ini bertujuan agar air tetap dapat mengalir dan membersihkan anggota wudhu dengan sempurna.
7. Mengetahui Rukun dan Sunnah
Orang yang berwudhu perlu mengetahui rukun (hal yang wajib) dan sunnah dalam wudhu. Tidak boleh menganggap rukun wudhu sebagai amalan sunnah. Namun, apabila seseorang mengira amalan sunnah sebagai hal yang wajib, wudhunya tetap sah.
8. Yakin Wajib Berwudhu (Berhadas)
Seseorang yang berwudhu harus menyadari bahwa dirinya sedang dalam keadaan berhadas atau membutuhkan wudhu untuk melaksanakan ibadah tertentu, seperti salat.
9. Meratakan Air secara Sempurna
Air harus mengalir dan merata ke seluruh bagian anggota wudhu yang wajib dibasuh, termasuk sela-sela jari dan lipatan kulit yang masih terlihat.
Syarat Khusus untuk Orang yang Rentan Berhadas Terus-Menerus
Sementara itu, bagi orang yang mengalami kondisi seperti beser (sulit menahan kencing) atau istihadah, wudhu dilakukan setelah waktu salat fardu masuk. Setelah berwudhu, orang tersebut dianjurkan untuk segera melaksanakan salat dan tidak menundanya tanpa alasan.


