DPD GMNI Kalteng Dorong Penguatan Pembinaan Pemuda Kapuas

Regenerasi, Literasi Digital, dan Partisipasi Sosial

Kuala Kapuas, Kantamedia.com – DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan pemuda di Kabupaten Kapuas.

Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Dialog Kepemudaan & Kebudayaan serta Launching BSO Front Siswa Marhaenis (FSM) GMNI Kapuas yang berlangsung di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

Ketua DPD GMNI Kalteng, Maulana, menekankan bahwa pembinaan pemuda menjadi kebutuhan mendesak mengingat berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, baik dari sisi pendidikan, kesempatan berkembang, hingga dampak pesatnya perkembangan teknologi.

Ia menyebut bahwa pembinaan harus dimulai sejak tingkat pelajar agar proses regenerasi tidak terputus, dan keberadaan BSO FSM menjadi instrumen penting dalam membina siswa sebagai calon kader GMNI di masa depan.

Dalam dialog tersebut, GMNI menyoroti sejumlah persoalan yang memengaruhi perkembangan pemuda Kapuas. Salah satunya adalah jumlah mahasiswa di Kapuas yang relatif sedikit, serta kecenderungan pelajar untuk melanjutkan studi di luar daerah sehingga melemahkan kesinambungan kaderisasi di wilayah tersebut.

Selain itu, derasnya arus informasi digital menempatkan pemuda pada risiko terpapar hoaks dan disinformasi, sementara kemampuan literasi digital yang belum merata membuat situasi semakin rentan.

GMNI juga mengamati bahwa standar pengembangan sumber daya manusia berdasarkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kalimantan Tengah masih belum ideal, sehingga diperlukan penguatan pembinaan sejak jenjang awal.

Sebagai strategi untuk menjawab tantangan tersebut, GMNI Kalteng menawarkan pendekatan pembinaan pemuda yang merujuk pada tagline nasional organisasi, yaitu Bina Diri, Bina Ilmu, dan Bina Bangsa.

Pendekatan ini menekankan penguatan karakter dan tanggung jawab sosial, peningkatan akses pendidikan serta literasi digital, serta penanaman wawasan kebangsaan agar pemuda mampu memahami sekaligus memecahkan masalah-masalah kompleks bangsa.

GMNI menilai bahwa ketiga fokus ini dapat menjadi dasar bagi munculnya generasi Kapuas yang kritis, inovatif, dan berintegritas.

DPD GMNI Kalteng juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pembinaan pemuda. Pemerintah Kabupaten Kapuas diharapkan memperkuat dukungan melalui penyediaan fasilitas pendidikan, ruang diskusi, dan akses informasi yang sehat.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dinilai penting untuk menciptakan ruang partisipasi yang luas bagi pemuda dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi, termasuk memperkuat literasi digital agar pemuda tidak menjadi korban disinformasi.

Di akhir penyampaiannya, Maulana menegaskan bahwa GMNI Kalteng akan terus mengawal proses pembinaan pemuda Kapuas melalui berbagai program dan inisiatif nyata.

Ia menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja sama semua pihak, pemuda Kapuas mampu menjadi motor perubahan menuju masa depan daerah yang lebih cerah, inklusif, dan beradab. “Investasi terbesar sebuah daerah adalah pemudanya. Dengan membina mereka sejak dini, karakter, ilmu, dan kaderisasi, kita sedang menyiapkan pijakan kuat bagi masa depan,” pungkasnya. (RIK/*)

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *