Sudah 3.500 Lebih Pemudik Berangkat dari Pelabuhan Sampit

Sampit, kantamedia.com – Hingga H+13 1445 Hijriah atau Minggu (24/3/2024), setidaknya sudah ada 3.500 pemudik berangkat dari Pelabuhan Sampit menggunakan kapal laut dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Ribuan pemudik itu menggunakan kapal penumpang milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan kapal milik PT Pelni.

Seperti terpantau pada Minggu (24/3/2024), sebanyak berjumlah 1.098 orang tersebut diberangkatkan menggunakan KM Kelimutu milik PT Pelni sebanyak 534 orang dan KM Kirana I milik PT DLU sebanyak 564 orang.

Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Edwin Kurniansyah menyebut pada keberangkatan kapal pertama (KM Kelimutu) ini merupakan yang pertama dalam rangkaian arus mudik dan jumlah penumpang masih terbilang sedikit. Namun dia meyakini seiring mendekatnya hari jumlah penumpang diperkirakan akan semakin meningkat.

“Karena kebanyakan pemudik di Sampit ini merupakan sawit dan mereka baru mendapat dekat , baru mereka bisa melakukan perjalanan pulang kampung,” ujarnya, dilansir Antara.

Ia melanjutkan, PT Pelni menyediakan 5 jadwal keberangkatan kapal atau call untuk angkutan mudik Lebaran, saat ini tersisa 4 call yang masing-masing sudah terisi hingga 1.000 penumpang.

Jadwal keberangkatan kapal dari PT Pelni Cabang Sampit untuk arus mudik Lebaran yang tersisa sebagai berikut; KM Lawit tujuan Surabaya Selasa 2 April 2024 pukul 11:00 WIB, KM Leuser tujuan Semarang Rabu 3 April 2024 pukul 11:00 WIB. KM Kelimutu tujuan Semarang Jumat 5 April 2024 pukul 12:00 WIB. KM Lawit tujuan Semarang Senin 8 April 2024 pukul 14:00 WIB.

Sementara itu, sejumlah pemudik mengakui lebih memilih moda transportasi laut dibanding transportasi udara.

“Saya sekeluarga hampir setiap tahun mudik menggunakan kapal, selain biayanya relatif murah sekarang pelayanannya juga semakin baik dan nyaman,” kata salah seorang penumpang, Rudi Sajak.

Rudi bersama empat anggota keluarganya bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan KM Kelimutu milik PT Pelni.

Harga tiket yang terjangkau menjadi alasan utama Rudi sekeluarga memilih mudik menggunakan kapal laut. Selain itu ia bisa menikmati perjalanan dengan lebih santai. Terlebih, yang diberikan jasa pelayaran semakin baik, sehingga memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Pemudik lainnya Ipan Tanggem mengaku beralih ke transportasi laut sejak beberapa tahun terakhir, lantaran harga tiket pesawat yang dinilai terlalu mahal. Seperti tahun ini, ia memilih mudik ke Semarang menggunakan KM Kirana I dari PT DLU Cabang Sampit.

“Selama bandara “tidak sehat” ini saya lebih memilih transportasi laut. Tiket pesawat terlalu mahal, kalau menggunakan kapal bisa untuk Pulang-Pergi (PP) berkali-kali,” ucapnya.

Ia menyebutkan, ketika hari biasa saja harga tiket pesawat kelas ekonomi dari Sampit ke Semarang berada di kisaran Rp2 juta, sedangkan pada masa mudik Lebaran harga tiket naik menjadi Rp3 juta ke atas. Sementara, tiket kapal hanya di kisaran Rp250 ribu – Rp300 ribu per orang.

“Kekurangannya naik kapal perjalanannya lebih lama, tapi tergantung individunya juga mau cepat atau santai saja. Kalau dari fasilitas di kapal sudah lumayan, tempatnya nyaman, full AC dan makanannya standar,” imbuhnya. (*/jnp)

Bagikan berita ini