PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tak hanya meninjau aktivitas pembelajaran saat mengunjungi SDN 02 Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kamis (10/9/2026). Di sela kunjungan, Gibran juga berinteraksi dengan warga yang sejak pagi menunggu kedatangannya.
Sejumlah ibu-ibu tampak antusias menyambut Wapres. Mereka beberapa kali memanggil Gibran dan meminta kesempatan untuk bersalaman maupun berfoto bersama.
“Mas Gibran, Mas Gibran, salaman dulu Mas, dari pagi mereka menunggu,” ujar salah seorang warga.
Gibran kemudian menyempatkan diri berbincang dengan warga, termasuk menanyakan kondisi kesehatan mereka di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih memengaruhi kualitas udara di Palangka Raya.
“Apakah ada gangguan pernapasan? Ini ibu-ibunya mau jemput anak ya?” tanya Gibran kepada salah seorang warga.
Interaksi juga terjadi dengan seorang anak yang berada dalam gendongan ibunya. Gibran sempat mengusap kepala anak tersebut sembari memberikan pesan agar rajin belajar.
“Hebat-hebat ya, sekolah yang benar ya,” tutur Gibran.
Dalam kunjungannya, Gibran mengatakan kedatangannya ke Palangka Raya merupakan bagian dari agenda untuk melihat langsung kondisi masyarakat di tengah kabut asap. Selain sekolah, ia menyebut akan meninjau sejumlah fasilitas dan lokasi yang berkaitan dengan kondisi karhutla.
“Mau melihat-lihat sekolah, rumah sakit, dan beberapa titik api, ada juga lokasi karhutla,” kata Gibran.
Usai meninjau ruang kelas SDN 02 Petuk Katimpun, Gibran sempat menuju mobil yang telah menunggunya. Namun, perjalanan kembali tertunda setelah sejumlah ibu-ibu menghampirinya untuk meminta foto bersama.
“Mas Gibran foto bareng dulu, Mas, foto dulu, Mas, sama kami warga di sini Mas,” kata seorang warga.
Gibran pun melayani permintaan tersebut. Setelah berfoto, ia kembali berbincang dengan warga dan menggali informasi mengenai kehidupan masyarakat di tengah kabut asap serta kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.
Bahkan, Gibran meminta nomor telepon salah seorang warga untuk ditindaklanjuti. “Ibu saya minta nomor hapenya ya, Bu,” ujar Gibran sebelum mengarahkan warga tersebut kepada salah seorang ajudannya. (daw)


