Palangka Raya, Kantamedia.com – Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang profesi di Kota Palangka Raya menginisiasi pembentukan Yayasan Atei Kawal Namuei sebagai wadah kolaborasi dan pemberdayaan perempuan. Bersamaan dengan itu, mereka juga memperkenalkan ruang komunitas bernama Huma Inai yang diharapkan menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan berbagi pengalaman bagi perempuan.
Founder sekaligus Direktur Atei Kawal Namuei, Rut Dini Prasti, menjelaskan gagasan tersebut lahir dari kegelisahan sejumlah perempuan yang merasa perlu memiliki ruang aman untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan ruang di mana perempuan bisa berkumpul, berbagi cerita, bertukar ide, atau sekadar berbincang. Harapannya ruang ini bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi perempuan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Rut menuturkan saat ini pihaknya tengah memproses pembentukan badan hukum yayasan, dengan struktur kepengurusan yang sepenuhnya dipimpin perempuan. Para penggagas berasal dari beragam profesi, mulai dari bidang lingkungan dan kehutanan, kesehatan dan psikologi, hingga hukum.
Menurutnya, keragaman latar belakang tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam merancang berbagai program kolaboratif yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Komunitas ini sebenarnya telah aktif sejak 2022 melalui diskusi dan pertemuan kecil secara informal. Dalam satu tahun terakhir, aktivitas para anggota semakin intensif hingga akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk yayasan sebagai wadah resmi.
Melalui Yayasan Atei Kawal Namuei dan ruang komunitas Huma Inai, para penggagas berharap dapat merangkul lebih banyak perempuan untuk saling mendukung, bertukar pengetahuan, serta membangun kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (Rik).


