Bulog Kalteng Serap 13.700 Ton Beras, Capai 86 Persen Target

PALANGKA RAYA, kantamedia.com– Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah telah menyerap sekitar 13.700 ton gabah dan beras hingga 21 Oktober 2026. Realisasi tersebut mencapai sekitar 86 persen dari target pengadaan tahunan sebesar 15.800 ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan capaian pengadaan tahun ini telah melampaui realisasi pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Bulog masih harus mengejar sisa target sekitar 2.100 ton hingga akhir tahun.

“Bulog Kanwil Kalimantan Tengah saat ini sudah mencapai sekitar 86 persen, atau sebanyak 13.700 ton dari target sebesar 15.800 ton,” kata Erwin, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, penyerapan dilakukan melalui sejumlah mekanisme, baik pembelian langsung dari petani maupun melalui mitra penggilingan. Petani juga dapat menyalurkan hasil panen melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, dan mitra pengadaan yang bekerja sama dengan Bulog.

Dalam menjangkau sentra produksi, Bulog turut mengandalkan informasi dari penyuluh pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mengetahui lokasi yang sedang memasuki masa panen. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk mendatangi lokasi dan melakukan pembelian.

Erwin menjelaskan, sentra produksi utama berada di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur, disusul Kabupaten Pulang Pisau. Namun, luasnya wilayah Kalimantan Tengah membuat pengadaan tidak selalu mudah, terutama ketika lokasi persawahan berjauhan dengan fasilitas pengolahan maupun gudang penyimpanan.

Dari sisi penyimpanan, Bulog memiliki kapasitas gudang sekitar 20.000 ton yang tersebar di delapan kompleks gudang pada delapan kabupaten/kota. Untuk menambah daya tampung, Bulog juga menyewa gudang swasta dengan kapasitas sekitar 6.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 26.000 ton.

Di tengah upaya penyerapan, Erwin mengatakan Bulog tetap menjalankan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk gabah yang telah dipanen, dimasukkan ke karung, dan ditempatkan di pinggir sawah atau jalan sehingga siap diangkut.

Bulog berharap penyerapan dapat membantu menjaga harga gabah ketika pasokan melimpah pada musim panen. Adapun rincian realisasi bulanan dan penyerapan di setiap kabupaten/kota, menurut Erwin, akan disampaikan lebih lanjut.

Capaian 86 persen tersebut menunjukkan pengadaan telah berjalan mendekati target tahunan. Namun, pemerataan penyerapan dan kemampuan menjangkau petani di sentra produksi masih menjadi bagian penting untuk memastikan hasil panen dapat terserap sesuai ketentuan. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *