PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat persentase penduduk miskin di Kalimantan Tengah pada Maret 2026 meningkat menjadi 5,09 persen. Angka tersebut naik 0,15 persen poin dibandingkan kondisi pada September 2025 yang tercatat sebesar 4,94 persen.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan kenaikan persentase tersebut turut diikuti bertambahnya jumlah penduduk miskin di provinsi ini.
“Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,09 persen atau meningkat 0,15 persen poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin juga bertambah menjadi 146,71 ribu orang atau meningkat sekitar 4,96 ribu orang dibandingkan September tahun lalu,” ujar Toto saat Konferensi Pers Berita Resmi Statistik, Rabu (5/8/2026).
BPS mencatat kenaikan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Persentase penduduk miskin di kawasan perkotaan naik menjadi 4,86 persen atau meningkat 0,02 persen poin dibandingkan September 2025. Sementara di wilayah perdesaan, angka kemiskinan meningkat lebih tinggi, yakni menjadi 5,27 persen atau naik 0,25 persen poin.
Selain itu, Garis Kemiskinan di Kalimantan Tengah pada Maret 2026 juga mengalami peningkatan menjadi Rp723.149 per kapita per bulan atau naik 5,78 persen dibandingkan September 2025.
Menurut Toto, komponen kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan Garis Kemiskinan dengan porsi mencapai 77,27 persen atau senilai Rp558.806 per kapita per bulan. Sementara Garis Kemiskinan Bukan Makanan tercatat sebesar Rp164.343 per kapita per bulan atau berkontribusi 22,73 persen.
BPS juga mencatat kualitas kemiskinan mengalami peningkatan, yang tercermin dari naiknya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,778, meningkat dibandingkan September 2025 yang berada pada angka 0,611. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,113 menjadi 0,188.
“Kenaikan kedua indeks tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin menjauh dari garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” jelas Toto.
Lebih lanjut, BPS mencatat rata-rata rumah tangga miskin di Kalimantan Tengah pada Maret 2026 memiliki 4,82 anggota rumah tangga. Dengan kondisi tersebut, besaran Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai rata-rata Rp3.485.578 per bulan.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa tantangan pengentasan kemiskinan di Kalimantan Tengah masih memerlukan perhatian serius. Selain menjaga daya beli masyarakat, berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi dinilai perlu terus diperkuat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan yang mengalami peningkatan angka kemiskinan lebih tinggi dibandingkan kawasan perkotaan. (daw)


