Peternak Protes Listrik, Pasokan Ayam Palangka Raya Masih Aman

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya memastikan pasokan dan harga daging ayam di Kota Palangka Raya masih dalam kondisi aman meski sejumlah peternak ayam memprotes pemadaman listrik yang menyebabkan kematian ternak.

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga komoditas pada Rabu (29/7/2026), belum terlihat dampak signifikan terhadap pasokan maupun harga daging ayam di pasaran.

“Berdasarkan informasi perkembangan harga komoditas hari ini, terpantau harga ayam masih dalam kondisi normal dan berfluktuatif turun,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPKUKMP akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengambil langkah koordinatif apabila terjadi gejolak harga, khususnya pada komoditas ayam potong.

“DPKUKMP Kota Palangka Raya akan melakukan langkah-langkah koordinatif dan preventif apabila terjadi gejolak harga, terutama komoditas ayam potong,” katanya.

Data pemantauan harga bahan pokok DPKUKMP di Pasar Besar pada 29 Juli 2026 menunjukkan harga daging ayam ras justru mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram atau turun sekitar lima persen dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, sebagian besar komoditas pangan lainnya masih tercatat stabil.

Beberapa komoditas yang tidak mengalami perubahan harga antara lain beras medium Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp16.800 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, telur ayam ras Rp28.500, bawang merah Rp38.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi murni Rp140.000 per kilogram.

Meski demikian, cabai rawit merah mengalami kenaikan dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram atau sekitar 14 persen. Adapun harga minyak goreng Minyakita tetap berada di kisaran Rp16.000 per liter.

DPKUKMP memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan bahan pokok, termasuk komoditas ayam, guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan apabila gangguan pasokan listrik masih berlanjut di sejumlah peternakan. Pemerintah juga menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila mulai terjadi gangguan terhadap stabilitas harga maupun ketersediaan pasokan di pasar. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *