Palangka Raya, Kantamedia.com – Meskipun curah hujan mulai mengguyur wilayah Kalimantan Tengah, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh kendur. Tim relawan hingga kini terus memantau situasi di lapangan demi mencegah kembalinya kondisi krisis asap.
Ketua Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Okki Maulana, menyebut jumlah titik panas (hotspot) di lapangan sudah menunjukkan penurunan signifikan. Meski begitu, sisa titik api yang masih terdeteksi tetap memerlukan perhatian serius.
“Hotspot yang pasti sudah sangat berkurang jauh, cuman untuk angka pastinya saya kurang tahu ya, tapi bisa diasumsikan jumlahnya sudah sangat berkurang,” ujar Okki, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, proses pendinginan lahan secara intensif tetap dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul. Langkah preventif ini dinilai sangat penting agar situasi tidak kembali memburuk seperti saat puncak kebakaran beberapa bulan lalu.
Di balik komitmen tersebut, para relawan harus berhadapan dengan medan yang berat. Okki mengungkapkan, sarana pendukung seperti mesin alkon kerap mengalami kerusakan akibat kondisi lapangan.
“Jadi mesin alkon itu pas di lapangan kadang-kadang bisa menyedot pasir, batu, dan macam-macam yang itu membuat mesin mereka juga jadi trouble,” jelas Okki.
Meski dilanda lelah setelah berbulan-bulan berjibaku dengan api, Forum Relawan Damkar dan Pertolongan tetap siaga.
“Mereka bertekad terus memadamkan sisa api demi mengembalikan kualitas udara dan langit biru di Kalimantan Tengah,” pungkas Okki. (*/Fay)






