Palangka Raya, Kantamedia.com – Universitas Palangka Raya (UPR) mengukuhkan sebanyak 810 lulusan baru dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana pada prosesi wisuda periode Juni 2026. Momentum sakral ini sekaligus menjadi langkah awal bagi para sarjana baru untuk mengaplikasikan keilmuannya dalam dunia kerja, pengabdian masyarakat, maupun ke jenjang akademis yang lebih tinggi.
Rektor UPR, Salampak, menyatakan bahwa di era disrupsi global yang bergerak dinamis, institusi pendidikan tinggi tidak boleh sekadar menjadi wadah transfer teori keilmuan. Perguruan tinggi dituntut bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi, pusat perubahan sosial, serta instrumen utama dalam mendongkrak daya saing bangsa di kancah internasional.
“Kampus juga harus menjadi pusat riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata,” ujar Salampak dalam pidato akademiknya, Sabtu (13/6/2026).
Ia menambahkan, orientasi pembangunan nasional yang berpedoman pada visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia menjadi stimulus penting bagi UPR untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan strategis Kalimantan, kampus ini fokus mengembangkan riset spesifik seperti pemanfaatan lingkungan gambut, tata kelola kehutanan tropis, kedaulatan pangan, hingga energi terbarukan berbasis kearifan lokal.
Salampak menekankan bahwa luaran pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi harus bersifat inklusif guna mengeliminasi stigma menara gading. Lembaga pendidikan wajib memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dan elemen publik demi mengakselerasi kualitas kesehatan, sektor ekonomi, serta kesejahteraan wilayah.
“Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi wujud nyata pembangunan yang inklusif. Kampus tidak boleh menjadi menara gading, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan daerah,” ujarnya.
Guna mewujudkan visi tersebut, pihak rektorat berkomitmen memperluas jaringan kemitraan multisektor demi menyokong pembangunan berkelanjutan. Melalui penguatan mutu edukasi secara internal, UPR optimis dapat mencetak generasi intelektual yang kritis, memiliki integritas moral yang kokoh, serta adaptif dalam menghadirkan solusi konkret atas berbagai problematika nasional. (pri)


