PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Kabut asap masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Senin (31/8/2026). Sebanyak 18 penerbangan dijadwalkan beroperasi hari ini, namun kondisi jarak pandang yang belum stabil membuat penerbangan harus menunggu.
General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan gangguan penerbangan masih terjadi karena kabut asap cukup tebal sejak pagi.
“Untuk delay masih ada, karena kabut asap masih lumayan tebal,” kata I Made Darmawan, Senin (31/8/2026).
Dari 18 penerbangan yang dijadwalkan hari ini, terdiri dari sembilan penerbangan keberangkatan dan sembilan penerbangan kedatangan. Hingga saat wawancara berlangsung, belum ada penerbangan yang melakukan take off karena kondisi jarak pandang masih menjadi pertimbangan utama bagi pilot.
“Jadi hari ini adalah 18. Tapi satu pun belum ada yang take off ini, karena memang kabut asap ini masih menjadi isu untuk jarak pandang bagi kapten penerbangan,” ujarnya.
Rute penerbangan yang dijadwalkan hari ini masih merupakan rute reguler, antara lain Jakarta sebanyak empat penerbangan, Surabaya tiga penerbangan, Semarang satu penerbangan dan Yogyakarta satu penerbangan. Selain itu terdapat penerbangan intra-Kalimantan, termasuk menuju Muara Teweh dan Kuala Pembuang.
“Kalau Jakarta empat kali, Surabaya tiga kali, Semarang satu kali, Yogyakarta satu kali, itu masih sama. Rute-rute rutinnya saja. Sama intra-Kalimantan,” jelas Darmawan.
Meski sempat tebal, kondisi jarak pandang mulai menunjukkan perbaikan. Pemantauan terakhir menunjukkan visibility telah mencapai sekitar 1.500 meter, meski angkanya masih naik turun.
“Sekarang sudah naik 1.500, sudah mulai naik kemudian turun lagi. Jarak pandang sudah mulai membaik, sudah mulai ke 1.500,” katanya.
Perbaikan tersebut mulai membuka peluang bagi sejumlah pesawat yang sebelumnya menunggu di bandara lain untuk kembali menuju Palangka Raya. Garuda Indonesia dari Balikpapan dan Super Air Jet disebut mulai melakukan persiapan penerbangan setelah kondisi visibility membaik.
Sebelumnya, dua penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Bandara Tjilik Riwut pada pagi hari harus dialihkan ke Balikpapan karena kondisi kabut asap. Super Air Jet dari Jakarta dan Garuda Indonesia yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.50 WIB dan 09.05 WIB tidak dapat melakukan pendaratan.
“Seharusnya pukul 08.50, kemudian Garuda-nya pukul 09.05 WIB sudah harus landing. Namun karena kondisi smog, jadi tidak bisa landing. Kapten penerbangan meminta untuk naik ke Balikpapan,” ungkapnya.
Meski kondisi masih bergantung pada perkembangan kabut asap, Darmawan memastikan Bandara Tjilik Riwut tetap membuka peluang operasional penerbangan hingga malam hari. Pihak bandara siap mengakomodasi permintaan maskapai apabila kondisi memungkinkan untuk penerbangan tambahan.
“Jam berapa pun teman-teman maskapai, sampai jam tujuh, jam delapan, jam sembilan malam terbang, saya tetap akan akomodir. Bandara tidak pernah tutup,” tegPesawatasnya.
Hingga Senin siang, belum ada keputusan pembatalan penerbangan tambahan. Maskapai dan pihak bandara masih memantau perkembangan kabut asap serta kestabilan jarak pandang sebelum menentukan keberangkatan maupun kedatangan pesawat. (daw)


