PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran angkat bicara mengenai sorotan publik terhadap ucapan selamat ulang tahun yang disampaikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) kepada istrinya, Aisyah Thisia Halijam, di tengah situasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agustiar menilai ucapan selamat ulang tahun tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak semestinya dibesar-besarkan. Menurutnya, persoalan tersebut berbeda jika ucapan itu disertai dengan pesta atau perayaan secara berlebihan.
“Ya itu wajar, jangan juga membesar-besarkan, kecuali dia berpesta pora, itu kan tidak, cuman ucapan gitu, saya rasa tidak (masalah),” ujar Agustiar saat diwawancarai awak media di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (31/8/2026).
Sorotan terhadap ucapan tersebut sebelumnya muncul setelah sejumlah akun resmi perangkat daerah mengunggah ucapan ulang tahun untuk Aisyah pada 21 Agustus 2026. Ucapan tersebut kemudian mendapat kritik karena disampaikan ketika Kalteng tengah menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.
Meski mendapat sorotan, Agustiar mengatakan dirinya bersama keluarga memilih mengambil sisi positif dari persoalan tersebut. Ia menyebut setiap kejadian dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran.
“Kami ambil hikmahnya saja, kami ambil hikmahnya saja,” tuturnya.
Agustiar kemudian mempertanyakan apakah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang merupakan sesuatu yang dilarang. Ia menilai penyampaian ucapan ulang tahun pada dasarnya merupakan hal yang lumrah dilakukan.
“Contohnya ini orang mengucapkan ulang tahun, apakah dilarang?” katanya.
Namun, Agustiar mengakui bahwa persoalan tersebut dapat dipandang berbeda karena dilakukan ketika Kalteng sedang menghadapi bencana karhutla dan kabut asap. Karena itu, ia memilih tidak memperpanjang polemik tersebut.
“Tapi, anggap saja itu salah, sudahlah, kita tutup buku itu, kami ambil hikmahnya, semua itu ada hikmahnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan juga membawa persoalan tersebut dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin (31/8). Massa menggunakan spanduk bertuliskan ucapan selamat ulang tahun serta memutar lagu-lagu bertema ulang tahun sebagai aksi simbolik untuk menyindir pemerintah.
Aksi tersebut berlangsung di tengah penanganan karhutla yang semakin diperkuat Pemprov Kalteng. Pada hari yang sama, pemerintah provinsi menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla dan mengerahkan ASN serta relawan untuk membantu penanganan di lapangan. (daw)






