DPRD Barito Utara Minta Data Tenaga Kerja Rutin Diperbarui

Muara Teweh, Kantamedia.com – Komisi legislatif mendesak pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendataan angkatan kerja sebagai langkah awal untuk mengentaskan problem pengangguran. Keberadaan basis data yang valid dan mutakhir dinilai menjadi instrumen paling vital bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program jaminan kerja yang efektif serta tepat sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Barito Utara, Edi Fran Aji. Menurutnya, tanpa adanya rujukan data riil yang diperbarui secara berkala, eksekutif dipastikan bakal mengalami hambatan besar dalam memetakan serapan kebutuhan pasar kerja industri maupun menyusun strategi pemberdayaan SDM lokal.

“Kami sangat mendukung upaya pembenahan data tenaga kerja. Validitas data ini sangat penting, karena menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, terutama untuk menekan angka pengangguran di Barito Utara,” ujar Edi Fran Aji, Sabtu (18/4/2026).

Politisi Partai Nasdem ini mengingatkan bahwa ketidaksinkronan angka di atas kertas sering kali memicu lahirnya kebijakan yang salah sasaran. Dampak buruknya, alokasi anggaran daerah untuk program pelatihan kerja menjadi tidak efisien dan menghambat percepatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu, ia mendorong terciptanya kerja sama tripartit yang solid antara Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM (Disnakertranskop UKM), pelaku korporasi, serta para pencari kerja. Perusahaan wajib melaporkan kebutuhan lowongan secara transparan, sementara warga diimbau tertib memperbarui status pekerjaan mereka, terutama bagi para pemegang kartu pencari kerja (AK-1).

“Perlu ada kesadaran bersama, baik dari pencari kerja maupun perusahaan, untuk aktif melaporkan kondisi ketenagakerjaan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui optimalisasi integrasi data tersebut, DPRD Barito Utara berharap program-program unggulan daerah di sektor vokasional dapat berjalan maksimal. Sinkronisasi data yang rapi diyakini akan mempercepat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus menciptakan iklim investasi daerah yang kompetitif dan ramah terhadap produktivitas generasi muda. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *