Muara Teweh, Kantamedia.com – Kalangan legislatif meminta masyarakat berpenghasilan rendah untuk bergerak cepat menyerap Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Gratis 2026 sebelum pendaftaran ditutup. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha menyebut, intervensi energi dari pemerintah ini menjadi kesempatan emas bagi keluarga prasejahtera guna mendapatkan akses pencahayaan yang sah dan mandiri di rumah masing-masing.
“Mengingat tenggat waktu pengusulan dokumen administrasi sangat terbatas, yakni paling lambat pada 22 Mei 2026, kami imbau agar masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Jangan sampai karena penundaan berkas, membuat warga kehilangan hak jatah kuota daerah,” kata Taufik, Kamis (14/5/2026).
Untuk mendapatkan fasilitas ini, ada sejumlah kriteria mutlak yang wajib dipenuhi oleh calon penerima manfaat. Pemohon harus terdaftar resmi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, belum memiliki meteran listrik pribadi, dan berdomisili di kawasan yang sudah terjangkau jaringan instalasi PLN. Selain itu, calon penerima dipastikan belum pernah mendapatkan bantuan sejenis dari anggaran negara.
Taufik meminta warga yang memenuhi syarat segera berkoordinasi dengan aparatur desa, pihak kelurahan, atau kecamatan setempat. Langkah ini diperlukan agar proses verifikasi dan validasi data usulan dapat dilakukan secara kolektif, cepat, dan transparan sesuai regulasi teknis.
Pihak DPRD Barito Utara menilai ketersediaan daya setrum mandiri bukan lagi sekadar fasilitas pemanis, melainkan kebutuhan dasar yang berkorelasi langsung dengan produktivitas ekonomi domestik. Kehadiran listrik yang stabil dipercaya mampu menunjang aktivitas belajar anak-anak serta memicu pertumbuhan usaha mikro di lingkungan rumah tangga.
Oleh karena itu, dewan berkomitmen mengawal distribusi program ini agar tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar. “Melalui sisa waktu pencatatan yang ada, seluruh instansi lini bawah diharapkan aktif menjemput bola demi memastikan target elektrifikasi di wilayah Barito Utara tercapai secara merata,” pungkas dia. (pri)


