Kantamedia.com — Di tengah mobilitas tinggi dan penggunaan ponsel yang intens, kebiasaan mengisi daya ponsel di fasilitas publik menjadi hal lumrah. Namun, FBI Amerika Serikat memperingatkan bahaya tersembunyi di balik kenyamanan tersebut.
Lewat unggahan resmi yang dikutip CNBC International, Rabu (30/7/2025), FBI Denver menyebut penjahat siber kini memanfaatkan port USB publik di bandara, hotel, hingga mal untuk menyusupkan malware dan alat pemantauan ke perangkat pengguna.
“Penjahat telah menemukan cara untuk menggunakan port USB publik untuk memasukkan malware,” tulis FBI. “Bawa charger dan kabel sendiri, dan gunakan stopkontak biasa.”
Malware tersebut dapat membuka akses ke data pribadi seperti username, kata sandi, hingga file sensitif. Risiko serangan ini dikenal sebagai “juice jacking”, istilah yang juga pernah diangkat oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) sejak 2021.
Sebagai langkah pencegahan, FBI dan FCC menyarankan pengguna untuk:
- Menghindari pengisian daya di port USB publik
- Menggunakan charger dan kabel pribadi
- Menyiapkan powerbank saat bepergian
Meski belum disampaikan data kerugian konkret, pengguna diimbau meningkatkan kesadaran digital dalam menjaga keamanan perangkat pribadi di ruang publik. (Mhu).



