FBI Buru Sindikat Jaringan “Pabrik” Scam di Asia Tenggara

Kantamedia.com – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan komitmen penuh untuk memimpin perlawanan terhadap jaringan “pabrik penipuan” bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara. Sindikat berskala industri ini diketahui telah lama menyasar warga Amerika Serikat sebagai korban utama.

Wakil Asisten Direktur Divisi Operasi Internasional FBI Scott Schelble menegaskan hal tersebut seusai kunjungannya ke Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Dalam perjalanan tersebut, ia meninjau langsung beberapa pusat penipuan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Mustahil untuk sepenuhnya memahami besarnya operasi ini sampai Anda melihatnya sendiri,” ujar Schelble dalam konferensi pers pada Selasa (24/2/2026), merujuk pada kompleks penipuan yang dipimpin oleh sindikat asal Tiongkok.

Baca juga:  Penipuan Digital Gerus Rp32,27 Miliar di Kalteng, OJK Dorong Literasi untuk Jaga Stabilitas Keuangan

Schelble memberikan peringatan keras kepada para pelaku yang merasa aman bersembunyi di balik batas negara. Ia menegaskan bahwa yurisdiksi tidak akan menjadi penghalang bagi FBI untuk melakukan pengejaran.

“Para penjahat tidak boleh percaya bahwa perbatasan akan melindungi mereka jika mereka menargetkan warga Amerika,” katanya.

“Kami tahu di mana Anda berada dan kami akan datang untuk Anda,” tegasnya.

Menurut data FBI, sindikat kejahatan terorganisir asal Tiongkok ini menargetkan korban setiap hari melalui perusahaan kriminal yang sangat canggih. Mereka mengeksploitasi celah teknologi, perbatasan, dan orang-orang rentan untuk menghasilkan keuntungan fantastis secara ilegal.

Baca juga:  OJK Kalteng Sosialisasikan Pelindungan Konsumen di Lingkungan Peradilan

Untuk membongkar jaringan ini, FBI telah mengerahkan agen khusus guna bekerja sama dengan Kepolisian Thailand dalam gugus tugas anti-penipuan gabungan. Kerja sama ini bertujuan mengganggu jaringan, mengidentifikasi korban, serta menyasar infrastruktur keuangan yang menyokong operasional mereka.

Selain Thailand, FBI juga berupaya memperkuat kemitraan dengan kepolisian Kamboja dan Vietnam. Schelble menyebut telah melakukan “diskusi yang bermanfaat” dengan otoritas Vietnam untuk menekan pertumbuhan kompleks penipuan di wilayah tersebut.

Pusat-pusat penipuan dipandang sebagai masalah regional yang membutuhkan solusi kolektif dari berbagai negara. “Kuncinya adalah menjadikan setiap area sebagai tempat yang tidak ramah bagi senyawa-senyawa (compounds) ini untuk beroperasi,” pungkas Schelble. (*/pri)

Baca juga:  FBI Ingatkan Bahaya Charging HP di Tempat Umum, Waspadai Serangan 'Juice Jacking'
TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *