KPR vs Kontrakan, Mana Lebih Menguntungkan

Kantamedia.com – Perdebatan antara membeli rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau menyewa rumah terus menjadi topik hangat. Miliuner sekaligus bintang Netflix *How to Get Rich*, Ramit Sethi, menegaskan bahwa menyewa rumah bukanlah pemborosan.

 

Menurut Sethi, menyewa justru memberikan manfaat finansial yang tidak didapatkan saat membeli rumah. “Anda membayar pemilik properti untuk merawat tempat tinggal tersebut, mendapat kenyamanan, serta memperoleh fleksibilitas untuk meninggalkan properti di akhir masa sewa,” ujarnya, dikutip CNBC Make It, Senin (15/6/2026).

 

Ia menyoroti biaya tersembunyi kepemilikan rumah, seperti pajak properti, asuransi, utilitas, keamanan komplek, hingga perbaikan. Selain itu, pembayaran KPR juga disertai bunga tinggi di awal masa pinjaman. “Banyak orang mengatakan tidak ingin membuang uang untuk ngontrak. Saya justru tidak ingin membuang uang untuk bunga KPR,” tegasnya.

 

Kaya Tanpa Memiliki Rumah

Sethi mengaku memperoleh kekayaan saat menyewa rumah, karena dana yang seharusnya digunakan untuk uang muka dan biaya tambahan bisa dialihkan ke investasi lain. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa membeli rumah tetap bisa menjadi investasi baik, terutama karena nilai properti meningkat 85 persen sejak 2010.

 

Namun, ia mengingatkan bahwa saham secara historis mengungguli harga rumah. “Jika orang percaya kekurangan perumahan akan menyebabkan harga naik selama beberapa dekade, itu adalah taruhan masuk akal. Tapi Anda juga perlu menghitung alternatifnya,” jelasnya.

 

Pertimbangan Gaya Hidup

Selain faktor finansial, Sethi menekankan pentingnya mempertimbangkan gaya hidup. Membeli rumah cocok bagi mereka yang ingin menetap lama atau membutuhkan ruang lebih besar untuk keluarga. Sebaliknya, menyewa lebih sesuai bagi yang membutuhkan fleksibilitas pindah pekerjaan atau lingkungan.

 

Lakukan Perhitungan

Sethi menekankan pembeli rumah harus menimbang angka dengan hati-hati, termasuk biaya peluang. Kepemilikan rumah sering dianggap pencapaian besar, namun masyarakat perlu membandingkan nilai properti dengan investasi lain seperti dana indeks saham atau rencana pensiun. (Mhu).

 

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *