Program Bedah Rumah 2026 di Barsel Sasar 90 Unit RTLH

Buntok, Kantamedia.com — Sebanyak 90 rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masuk dalam program bedah rumah Tahun Anggaran 2026. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkimtan) Barito Selatan pun kini mulai merealisasikan program tersebut di lapangan.

Tahap awal pelaksanaan ditandai dengan proses suplai material ke lokasi penerima bantuan. Program ini menggunakan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barito Selatan melalui belanja hibah rehabilitasi RTLH.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Barito Selatan Muhammad Taufik melalui Kepala Bidang Perumahan Rakyat Eddy Hariyadi mengatakan, pelaksanaan program bedah rumah telah mulai bergerak dan dilakukan secara bertahap.

“Akselerasi kegiatan bedah rumah pada tahun anggaran 2026 ini sudah mulai kita laksanakan di lapangan dan saat ini sedang dalam tahap suplai material,” kata Eddy Hariyadi di Buntok, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, 90 unit rumah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi RTLH tersebut tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. Lokasinya berada di wilayah Kecamatan Dusun Selatan dan sebagian Kecamatan Gunung Bintang Awai.

“Tahun ini alokasi warga penerima bantuan program RTLH sebanyak 90 unit, tersebar di beberapa desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Dusun Selatan dan sebagian di Kecamatan Gunung Bintang Awai,” ujarnya.

20 Rumah Untuk Korban Bencana

Selain merehabilitasi rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni, Pemkab Barito Selatan juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana.

Melalui Disperkimtan, pemerintah daerah mengalokasikan hibah untuk pembangunan Rumah Korban Bencana (RKB) sebanyak 20 unit. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di sejumlah lokasi di Kecamatan Dusun Selatan yang terdampak bencana, terutama tanah longsor.

“Selain bedah rumah untuk RTLH, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Disperkimtan juga mengalokasikan bantuan hibah untuk pembangunan rumah korban bencana (RKB) sebanyak 20 unit pada beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Dusun Selatan yang terdampak bencana, khususnya tanah longsor,” kata Eddy.

Dengan demikian, program perumahan yang dijalankan Disperkimtan Barsel pada 2026 mencakup dua sasaran utama, yakni rehabilitasi 90 unit RTLH bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pembangunan 20 unit rumah bagi korban bencana.

Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

Program bedah rumah dan pembangunan rumah korban bencana itu ditujukan agar masyarakat dapat menempati hunian yang layak, sehat, aman, dan terjangkau. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar di sektor perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Barito Selatan. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *