Kantamedia.com – Aktris senior Diah Permatasari menegaskan komitmennya untuk tetap berkarier secara bersih tanpa memanfaatkan rekayasa atau gimmick demi menjaga eksistensi di panggung hiburan tanah air. Prinsip moral tersebut diakuinya telah menjadi pegangan hidup yang kokoh selama puluhan tahun berkiprah sebagai pekerja seni.
Bagi bintang film kawakan ini, kualitas karya jauh lebih utama dan abadi ketimbang popularitas instan yang diraih melalui kontroversi atau kegaduhan di ruang publik. Selebritis yang tenar lewat ‘Si Manis Jembatan Ancol’ ini memilih untuk menampilkan citra diri yang autentik dan apa adanya di hadapan penggemar.
“Saya pribadi sangat menghindari perselisihan, perilaku sensasional, maupun gimmick. Fokus utama saya adalah konsistensi dalam berkarya, bukan sekadar mencari perhatian publik,” ungkap Diah Permatasari saat ditemui awak media di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Nilai-nilai profesionalisme ini juga diterapkan dalam mendidik buah hatinya. Uniknya, kedua putra Diah memiliki ketertarikan yang berbeda dalam memandang industri kreatif. Berbeda dengan adiknya, Marco, yang kini mulai sering menghiasi layar kaca, putra sulung Diah yang bernama Marcel justru lebih tertarik mengeksplorasi dunia di balik layar. Menurut Diah, anak pertamanya itu memiliki ketertarikan kuat untuk menjadi sutradara ketimbang menjadi aktor utama.
Sementara itu, mengenai masa depan Marco yang baru saja menyelesaikan pendidikan strata satu (S1), Diah Permatasari membebaskan sang anak untuk menentukan peta jalan kariernya sendiri, baik di sektor korporasi maupun industri kreatif.
Marco sendiri menyatakan tekad bulatnya untuk membangun karier di dalam negeri. Pemuda tersebut menjelaskan bahwa setelah resmi menyandang gelar sarjana, target utamanya adalah segera memasuki dunia kerja di Indonesia. Baginya, bekerja sebagai pegawai kantoran ataupun menyelami industri hiburan nasional sama baiknya, sepanjang ia dapat berkontribusi di tanah air. (*/pri)


