Rematik dan Asam Urat, Ini Perbedaannya

Kantamedia.com – Asam urat dan rematik kerap dianggap sama, padahal keduanya merupakan kondisi berbeda baik dari penyebab maupun cara penanganannya. Mengutip WebMD, kedua penyakit ini termasuk jenis artritis yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada persendian, namun memiliki karakteristik yang berbeda.
Rematik adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan pelapis sendi. Serangan ini menimbulkan pembengkakan, peradangan, dan deformitas sendi. Karena bersifat sistemik, rematik juga dapat memengaruhi kulit, mata, dan jantung.
Sementara asam urat disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan asam urat, kristal berbentuk jarum terbentuk di persendian dan jaringan sekitarnya, menimbulkan rasa nyeri dan peradangan.
Gejala rematik biasanya muncul di persendian kecil seperti tangan dan kaki, kemudian menyebar ke bagian yang lebih besar seperti lutut dan bahu. Rasa nyeri sering muncul di kedua sisi tubuh dan terasa kaku saat bangun pagi.
Sebaliknya, asam urat sering muncul secara tiba-tiba dengan rasa nyeri hebat pada satu persendian, terutama jempol kaki. Persendian tampak merah, bengkak, dan terasa panas saat disentuh.
Kedua kondisi ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu, sementara kortikosteroid digunakan untuk mengurangi peradangan.
Untuk rematik, dokter biasanya memberikan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan pengobatan asam urat difokuskan pada pencegahan penumpukan kristal asam urat.
Pola makan juga berperan penting. Penderita asam urat disarankan membatasi alkohol, mengurangi konsumsi daging, dan menjaga berat badan ideal.
Menariknya, seseorang bisa mengalami asam urat dan rematik sekaligus. Dokter kini memahami bahwa kedua penyakit ini dapat terjadi bersamaan, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab nyeri sendi dan langkah penanganan yang tepat. (*mhu).

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *