Kantamedia.com – Lonjakan harga plastik yang mencapai hingga 100 persen membuat pelaku usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjerit. Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, meminta pemerintah segera melakukan intervensi agar industri tidak semakin terpuruk.
Menurut Karyanto, kenaikan harga bahan baku plastik sudah berdampak serius pada industri AMDK. “Dampak yang sudah terlihat adalah penyesuaian harga jual di ritel, kelangkaan bahan baku di beberapa daerah, penurunan volume produksi terutama UMKM AMDK, dan ancaman PHK massal,” ujarnya, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).
Plastik menjadi komponen biaya produksi terbesar kedua setelah air. Kenaikan harga PET resin, HDPE, dan PP membuat biaya produksi melonjak antara 35% hingga 45%. “Kenaikan ini tidak bisa lagi diserap produsen. Jika tidak ada intervensi, harga produk akan naik dan PHK bisa terjadi,” tegasnya.
Amdatara mendorong pemerintah memberikan solusi melalui relaksasi PPN kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, serta stimulus likuiditas bagi UMKM AMDK.
Menanggapi hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut pemerintah lintas kementerian sedang membahas kebijakan antisipasi. “Isu ini dibahas bersama Kemenko Perekonomian, Kemenperin, Kemendag, dan Kemenaker. Semua harus dijawab secara komprehensif,” katanya.
Industri berharap langkah cepat pemerintah dapat menekan gejolak harga plastik, menjaga keberlangsungan usaha, dan melindungi tenaga kerja di sektor AMDK. (*Mhu).


