Kantamedia.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk rombongan jurnalis serta kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil setelah pencarian berjalan selama 10 hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan penghentian operasi SAR gabungan itu dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang (17/9/2026).
Lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan adalah M Bagus Khoirunnas dari kantor berita Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas. Selain kelima jurnalis tersebut, tiga awak kapal turut hilang kontak, yakni Kapten Warta, anak buah kapal Surakman, dan pemandu bernama Haryanto.
Selama sepuluh hari pencarian, tim gabungan mengerahkan 523 personel untuk menyisir wilayah darat, laut, hingga udara dengan cakupan area mencapai 8.509 mil laut persegi. Meski demikian, upaya penyisiran di seluruh sektor tidak membuahkan hasil.
Andra Soni menjelaskan, keputusan menghentikan pencarian diambil setelah tim SAR menilai operasi di lapangan sudah tidak lagi efektif dilanjutkan.
“Sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” ujar Andra Soni di Posko SAR Basarnas Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Selama proses pencarian berlangsung, tim SAR sempat menemukan sejumlah material yang diduga terkait insiden di laut tersebut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan, seluruh temuan itu belum dapat dipastikan berasal dari KM Arupadatu I. Andra merinci, total terdapat 13 objek yang ditemukan sepanjang operasi berlangsung, tetapi setelah diteliti lebih lanjut, tidak satu pun terbukti berkaitan dengan kapal maupun para jurnalis dan kru yang hilang.
Kendati operasi resmi dihentikan, Andra menegaskan pencarian masih berpeluang dilanjutkan apabila muncul petunjuk baru dari masyarakat.
“Namun jika ada informasi dari masyarakat, baik nelayan, kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali apabila ada penemuan petunjuk baru,” katanya. (*/pri)






