2. Inggit Garnasih
Istri kedua Bung Karno bernama Inggit Garnasih. Perempuan kelahiran 17 Februari 1888 itu dinikahi Bung Karno pada 1923 saat sedang menuntut ilmu di Bandung.
Di Bandung, Bung Karno tinggal di rumah Sanusi, anggota pergerakan Syarikat Islam Indonesia. Dan Inggit Garnasih waktu itu adalah istri Sanusi.
Benih-benih cinta Bung Karno mulai tumbuh, membuat Sanusi menceraikan Inggit dan merelakannya untuk Bung Karno. Umur pernikahan Bung Karno dan Inggit bertahan sampai 20 tahun. Namun, akhirnya harus pisah.
Inggit menjadi sosok istri yang selalu ada di setiap perjalanan Soekarno. Ia menemani jatuh dan bangun perjalanan hidup Soekarno. Dari satu tempat pembuangan ke tempat pembuangan lainnya. Inggit selalu setia di sisi Soekarno.
Namun, di perjalanan hidupnya, Soekarno jatuh cinta dengan Fatmawati. Inggit tidak mau dimadu. Ia meminta Soekarno untuk memulangkannya ke kampung halamannya. Inggit resmi bercerai pada 1943.
3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama
Fatmawati adalah istri Bung Karno yang ketiga. Mereka bertemu saat masa pembuangan Bung Karno di Bengkulu.
Saat itu, Bung Karno berusia 42 tahun mempersunting Fatmawati yang baru berusia 20 tahun. Dilain pihak, saat itu istri kedua Bung Karno, Inggit Garnasih tidak mau dimadu dengan Fatmawati, sehingga membuat pernikahan Bung Karno dan Inggit berakhir.
Pada Juni 1943, tahun yang sama setelah perceraiannya dengan Inggit, Bung Karno menikahi Fatmawati. Dan Fatmawati kemudian menjadi Ibu Negara pertama RI (1945). Fatmawati terkenal karena menjahit bendera pusaka merah putih.
Pernikahan antara Soekarno dan Fatmawati dikaruniai lima orang anak. Di antaranya Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
Fatmawati meninggal pada 1980 ketika tengah perjalanan pulan ke Indonesia setelah menjalankan ibadah umrah. Ia mengalami serangan jantung. Fatmawati dimakamkan di Pemakaman Karet Bivak, Jakarta.


