4. Hartini alias Siti Suhartini
Istri keempat adalah Hartini alias Siti Suhartini, dinikahi tahun 1953, di Cipanas, Jawa Barat, menjadi istri kedua. Soekarno menikahi Hartini meskipun banyak pertentangan dari berbagai pihak. Soekarno dan Hartini menikah pada 7 Juli 1953 di Istana Cipanas.
Hartini menjadi sosok yang sabar ketika mendampingi Soekarno. Ia menemani Soekarno di karir politiknya. Ia tetap menjadi istri Soekarno ketika Soekarno lengser dan merawatnya ketika sakit bahkan setia menemani sampai ajal menjemput Sang Proklamator.
Sekitar tahun 1952, Bung Karno Presiden RI meresmikan teater Ramayana di Candi Prambanan. Saat itu, Bung Karno bertemu Hartini. Bung Karno mengirimkan sepucuk surat cinta dengan nama samaran Srihana: “Ketika aku melihatmu untuk pertama kali, hatiku bergetar.”
Hartini lahir tanggal 20 September 1924 di Ponorogo, dan meninggal pada 12 Maret 2002 di Jakarta. Melahirkan dua anak, yaitu Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra.
5. Naoko Nemoto alias Ratna Sari Dewi
Istri kelima Bung Karno adalah wanita Jepang bernama Naoko Nemoto atau lebih dikenal dengan Ratna Sari Dewi, kelahiran Tokyo, 6 Februari 1940.
Bung Karno pertama kali berjumpa dengan Naoko Nemoto pada tahun 1959. Naoko Nemoto berkenalan dengan Bung Karno lewat seseorang, di Hotel Imperial, Tokyo. Pada masa itu, Soekarno sering ke Jepang untuk mengurus masalah ganti rugi perang.
Bung Karno dan Ratna Sari Dewi melangsungkan pernikahan pada 3 Maret 1962. Ketika itu usia Soekarno 57 tahun dan Nemoto berusia 19 tahun.
Ketika menikah dengan Soekarno, Naoko Nemoto mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi dan mengubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dewi menjadi istri ketiga dan ibu negara Indonesia.
Namun pada 1970 dia memilih untuk bercerai dari Bung Karno. Keduanya mempunyai satu orang anak, yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno.


