Telaah Siapa yang Pantas Menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Barsel?

Oleh: Ariyanto

SAAT ini, posisi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan mengalami kekosongan, pasca-kasus hukum yang “menimpa” sejumlah pejabatnya. Lantas siapakah di antara pejabat yang berkompeten di setempat yang pantas menduduki jabatan tersebut?

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tentang ASN, PP Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN, kemudian untuk teknisnya sesuai dengan petunjuk teknis pada peraturan Badan Nasional (BKN) nomor 23 tahun 2020 tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam .

Diperlukan pejabat yang cukup berkompeten dan berpengalaman untuk mengisi kekosongan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes.

Jika menilik dari beberapa kandidat, setidaknya sejumlah nama yang dipandang memenuhi kompetensi untuk menduduki posisi tersebut. Di antaranya, dr. Yardi Nazar, dr. Lasma Silaban dan dr. Norman Wahyu.

Yardi Nazar merupakan seorang dokter kelulusan Universitas Yarsi, Jakarta tahun 1995 dan lulusan S2 Managemen Rumah Sakit Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2004.

Pria kelahiran Pekanbaru, Riau tahun 1964 yang kini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan ini pernah menduduki sejumlah jabatan, baik itu struktural maupun fungsional.

dr. Yardi memulai tugas sebagai dokter di Puskesmas Kalahien pada tahun 2000, kemudian pindah tugas menjadi dokter di Puskesmas Buntok pada tahun 2001.

Pada 2006, diangkat menjadi Kepala Bidang P2M dan PL di Dinkes Barsel, kemudian dipindahkan menjadi Kabid PMK di Dinkes Barsel pada tahun 2008.

Pada tahun 2009 Yardi menduduki jabatan sebagai Direktur RSUD Buntok, selanjutnya menjadi Sekretaris Dinkes Barsel pada tahun 2012 dan dipindahkan menjadi Sekretaris BP3AKB pada tahun 2014.

Kemudian pada tahun 2017 pria yang juga beristeri seorang dokter ini, yaitu dr. Yulia Setiawati, itu diangkat kembali menjadi Direktur RSUD Buntok yang kemudian berubah nama menjadi RSUD Jaraga Sasameh pada tahun 2017.

Hingga saat ini, dokter Yardi masih aktif sebagai Kepala Puskesmas Kalahien.

Kandidat selanjutnya adalah dr. Lasma Silaban. Pria kelahiran Tanjung Garbus pada tahun 1976 ini, juga merupakan orang yang cukup berkompeten dan berpengalaman mengisi jabatan baik itu struktural maupun fungsional.

Pria yang sebagai dokter dari Universitas Methodis Indonesia (UMI) Sumatera Utara pada tahun 2004 ini, pernah mengawali tugas sebagai dokter di Puskesmas Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) pada tahun 2006.

Kemudian dokter yang memiliki tiga orang anak ini, juga pernah diangkat menjadi Kepala Puskesmas Patas.

Selanjutnya, laki-laki yang menyelesaikan pendidikan S2-nya pada tahun 2018 itu malang melintang menduduki sejumlah jabatan di Barsel, yakni sebagai Kabid Yanmed di RSUD Buntok, kemudian ia pernah juga menjabat sebagai Direktur RSUD Buntok.

Silaban juga pernah ditempatkan menjadi Sekretaris DPPKB3A pada tahun 2018, hingga saat ini dokter yang terkenal supel tersebut menjabat sebagai penanggung jawab Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Barsel.

Kandidat yang ketiga adalah dr. Norman Wahyu. Meski berusia masih relatif muda, Norman Wahyu yang kini menjabat Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok juga pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Buntok.

Norman Wahyu yang menjabat sebagai Direktur RSUD sejak 2021 dan menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang dinilai cukup mumpuni. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya membenahi manajemen dan meningkatkan kualitas layanan RSJS. (*)


** Penulis adalah warga Buntok, Kabupaten Barito Selatan 

Catatan Redaksi:
Kantamedia.com menerima tulisan cerpen, puisi dan opini dari masyarakat luas. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke redaksi@kantamedia.com disertai dengan tanda pengenal dan foto diri.

TAGGED:
Bagikan berita ini