Terjerat Tipikor Pengadaan Batubara Untuk PLN, DPH dan BLY Ditahan Kejati Kalteng

PALANGKA RAYA, Kantamedia.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah () kembali melakukan penahanan kepada Dua orang yang terjerat dugaan Pengadaan Bahan Bakar untuk PT. (Persero) yang Berasal dari Wilayah Penambangan Kalimantan Tengah Tahun 2022.

Dua Orang tersebut berinisial DPH dan BLY. DPH turut serta bersama RRH selaku Direktur PT. Borneo Inter Global (BIG). Mereka melakukan kerjasama untuk mengkondisikan dalam pengaturan pasokan batubara yang akan dikirim ke PLTU Rembang.

Tersangka BLY selaku Surveyor muat atau Manajer Area Wilayah Kalimantan PT. Asiatrust Technovima Qualiti (ATQ). Ia bertugas menerbitkan dokumen Certificate of Analysis (CoA) muat yang diduga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, atas batubara yang dipasok oleh PT. Borneo Inter Global (BIG) ke PT. PLN.

Kajati Kalteng Undang Mugopal melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Douglas Pamino Nainggolan mengatakan, pihaknya melakukan penahanan setelah dilakukan pemeriksaan kepada dua tersangka tersebut.

“Tim penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan. Penahanan dua tersangka ini merupakan kelanjutan dari penahanan empat tersangka sebelumnya,” katanya Kamis, (04/12/2024), di Palangka Raya.

Douglas menyebut, dilakukannya penahanan kepada dua tersangka dengan alasan dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan juga mengulangi tindak pidana.

Selain itu lanjutnya, kedua tersangka tidak berdomisili di wilayah kalteng dan untuk lebih lancar dan cepatnya penanganan perkara.

“Dua tersangka ditahan di Klas IIA Palangka Raya, Kota Palangka Raya, selama 20 Hari terhitung mulai tanggal 04 Januari hingga 23 Januari 2024 ini,” Jelasnya.

Dia menambahkan, dua tersangka DPH dan BLY dilakukan penahanan, setelah memenuhi syarat yang telah diatur dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP. (Mhu)

 

Bagikan berita ini