Pulangnya Sendu (Bagian 1)

Oleh: Mira D. Lazuba

Kantamedia.com – “Tin! Sendu pulang!” teriak Emakku dari depan pintu. Aku menghentikan deru suara mesin jahitku.

“Siapa?” aku coba memastikan lagi.

“Sendu!” Emakku histeris. Aku bergegas masuk untuk mengambil kerudungku.

“Hey, tunggu dulu. Tidak bisa bertemu. Tidak boleh!” larangnya.

“Kenapa?” tanyaku keheranan. Emak tampak sedih.

“Sendu hamil besar. Akan ada adat”.

Seolah menyambar kepalaku mendengar apa yang dikatakan Emak.

“Bohong!” jeritku.

Aku mengenal betul watak sahabatku itu, tidak mungkin seorang Sendu yang jauh-jauh menyebrang pulau untuk belajar agama, setelah lebih dari tiga tahun tidak pulang, malah pulang dalam keadaan hamil. Tak ada yang mengenal Sendu sebaik aku. Persahabatan kami sekental darah, sepadat daging. Sendu adalah cerdas dengan mimpi yang besar, iman yang kuat. Dia adalah panutanku dalam tekad. Tak mungkin dia pulang dalam keadaan itu, sementara tak ada kabar sebelumnya tentang pernikahannya.

“Rumahnya sedang ramai didatangi tetua dan . Tak terbayang bagaimana malunya Mak Haji,” keluh Emakku. Aku masih tak percaya dan bergegas keluar.

Baca juga:
Kasus Meja Di Titik Buta

Mak Haji adalah Ibu Sendu dan tetua terpandang di kampung kami. Mereka keluarga kaya dengan rumah terbuat dari bata. Semua orang sangat menghormati Mak Haji dan keluarganya. Aku sangat beruntung karena dapat bersahabat sejak kecil dengan Sendu. Bapakku adalah di ladang mereka dan Emakku sering dipanggil untuk membantu di rumahnya.

Catatan Redaksi:
Kantamedia.com menerima tulisan cerpen, puisi dan opini dari masyarakat luas. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke redaksi@kantamedia.com disertai dengan tanda pengenal dan foto diri.

TAGGED:
Bagikan berita ini