Kinerja Moncer dan Outlook Stabil, Peringkat Bank Kalteng Naik ke A+

Kantamedia.com – Fitch Ratings Indonesia secara resmi mengerek peringkat nasional jangka panjang PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah ke level A+(idn) dari posisi sebelumnya A(idn) dengan prospek (Outlook) Stabil. Langkah ini dipicu oleh kokohnya profil kredit mandiri serta konsistensi performa keuangan jangka panjang badan usaha milik daerah tersebut di tengah persaingan industri perbankan domestik.

Menurut standar penilaian Fitch, peringkat nasional pada kategori ‘A’ mengindikasikan bahwa risiko gagal bayar Bank Kalteng tergolong sangat rendah bila disandingkan dengan emiten atau instrumen utang lainnya di tanah air.

Ditopang Pasar PNS Jaga Kualitas Aset

Ketahanan finansial bank ini utamanya ditopang oleh model bisnis yang menyasar segmen khusus, yakni penyaluran kredit konsumer bagi pegawai negeri sipil (PNS) serta pembiayaan sektor usaha kecil di wilayah Kalimantan Tengah. Strategi fokus pasar ini terbukti ampuh dalam menjaga kualitas portofolio aset perseroan tetap prima.

“Kredit gaji PNS yang bersifat captive telah membantu bank menghasilkan kualitas aset yang stabil, profitabilitas yang konsisten, dan permodalan di atas rata-rata,” demikian pernyataan resmi analis Fitch dalam laporan tertulisnya yang dirilis pada Jumat (17/07/2026).

Kendati skala operasionalnya terbilang masih terbatas dan bertumpu pada ceruk pasar tertentu, rasio modal inti utama atau Common Equity Tier 1 (CET1) Bank Kalteng justru menanjak ke level 43,2 persen pada akhir tahun 2025, naik dari angka 41,7 persen di tahun sebelumnya. Struktur permodalan yang kuat ini diproyeksikan bakal bertahan dalam kurun dua tahun ke depan berkat kemampuan bank dalam memupuk modal secara internal secara konsisten.

Likuiditas Sehat dan Risiko Kredit Terkendali

Ekspansi pembiayaan bagi aparatur sipil negara juga mendorong laju pertumbuhan kredit bank ini melampaui rata-rata bank pembangunan daerah (BPD) sejenis. Menariknya, pertumbuhan agresif tersebut tidak mengorbankan kualitas kredit. Rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) mampu diredam pada level 2,5 persen pada akhir 2025, diiringi rasio loan-at-risk (LaR) sebesar 5,3 persen yang tercatat sebagai salah satu yang paling rendah di kelasnya.

Walau ada potensi kenaikan tipis NPL pada sisa tahun 2026, Fitch memproyeksikan laju pembentukan kredit bermasalah baru tetap berada dalam batas aman berkat kuatnya profil pembayaran nasabah sektor PNS.

Dari sisi profitabilitas, rasio laba operasional terhadap aset tertimbang menurut risiko (ATMR) melaju dari 5,2 persen pada 2024 menjadi 5,5 persen pada akhir tahun lalu. Laju pendapatan dalam jangka menengah diperkirakan tetap melesat berkat kontribusi sektor konsumer serta optimalisasi reinvestasi pada surat berharga negara (SBN) dengan imbal hasil tinggi untuk mengamankan margin bunga bersih (net interest margin).

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalteng mendapat keuntungan besar dari kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 41,8 persen beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Sinergi ini menjamin peran strategis perseroan sebagai pemegang kas daerah sekaligus pengelola rekening penggajian aparatur sipil negara. Manfaat kemitraan ini tercermin pada rasio dana murah (current account saving account/CASA) yang menyentuh angka 66 persen pada akhir tahun 2025, sekaligus memperkokoh struktur pendanaan likuiditas bank.

Ke depan, Fitch mengingatkan adanya risiko penurunan peringkat apabila rasio NPL membengkak melewati angka 3 persen secara terus-menerus yang dibarengi dengan merosotnya profitabilitas ke bawah level 3 persen. Sebaliknya, ruang kenaikan peringkat lebih lanjut masih memerlukan waktu serta upaya diversifikasi bisnis yang signifikan agar skala usaha perseroan setara dengan deretan BPD kelas atas di level nasional. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *