Buntok, kantamedia.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi dan digitalisasi sekolah. Upaya tersebut dilakukan dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, disertai peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pembaruan data pendidikan secara berkala.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Manat Simanjuntak, mengatakan program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kondisi infrastruktur sekolah di daerah.
“Pemerintah pusat mendukung melalui program revitalisasi dan digitalisasi infrastruktur sekolah. Selain itu, peningkatan kompetensi guru juga dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan,” kata Manat, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk melengkapi kebutuhan infrastruktur yang belum tercakup dalam program pemerintah pusat. Di antaranya pembangunan pagar sekolah, penataan halaman, hingga pembangunan dan perbaikan drainase.
Manat mencontohkan, apabila pemerintah pusat melakukan rehabilitasi enam ruangan sekolah, kebutuhan penunjang seperti pagar dan penataan lingkungan sekolah dapat menjadi bagian yang dilengkapi oleh pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan Barito Selatan juga menjalin kerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Palangka Raya, khususnya bidang Teknik Sipil, untuk mendapatkan konsultasi terkait pekerjaan infrastruktur.
Dinas Pendidikan juga menerima informasi dari kementerian mengenai sekolah yang menjadi sasaran program rehabilitasi. Salah satu syarat penting agar sekolah dapat memperoleh bantuan adalah tersedianya data pokok pendidikan (Dapodik) yang lengkap dan sesuai kondisi di lapangan.
“Data Dapodik harus beres. Dari data itulah kebutuhan sekolah dapat diketahui dan menjadi dasar untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Program revitalisasi tersebut mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari rehabilitasi gedung sekolah, ruang keterampilan hingga ruang komputer. Tahun ini, bantuan revitalisasi diberikan kepada 33 satuan pendidikan di Barito Selatan, terdiri atas 22 PAUD, tujuh SD, dan empat SMP.
Khusus lembaga PAUD dan TK, sebanyak 22 sekolah menerima bantuan dengan nilai yang bervariasi antara Rp150 juta hingga Rp250 juta, sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Perbaikan dapat mencakup toilet disabilitas, fasilitas ramah anak, serta penyediaan keran untuk mencuci tangan.
Manat menjelaskan, besaran bantuan ditentukan berdasarkan kebutuhan perbaikan yang dihitung menggunakan data dan dokumentasi kondisi sekolah. Perhitungan tersebut dilakukan oleh konsultan dari kementerian.
Sebagai contoh, kebutuhan pembangunan atau perbaikan toilet berukuran 2 x 4 meter dapat dihitung berdasarkan kondisi dan spesifikasi pekerjaan. Jika terdapat dua toilet, kebutuhan anggaran akan disesuaikan, termasuk apabila terdapat pekerjaan tambahan seperti pembangunan selasar.
“Semua perhitungan dilakukan oleh konsultan dari kementerian,” jelasnya.
Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan dengan pemantauan secara berkala. Menurut Manat, progres proyek dimonitor setiap minggu dan dilaporkan melalui dokumentasi gambar sebagai bagian dari pelaporan kegiatan yang bersumber dari APBN.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Barito Selatan terus mendorong sekolah untuk memperbarui data Dapodik secara berkala. Para operator Dapodik sekolah bahkan dipanggil sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun untuk memastikan data sekolah tetap terhubung dan sesuai dengan kondisi yang ada.
Data yang diperbarui antara lain kondisi toilet, luas bangunan, serta tingkat kerusakan sarana dan prasarana. Pembaruan juga perlu dilakukan sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan kondisi, seperti siswa pindah, bencana longsor, atau kerusakan bangunan.
Manat menilai akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan peluang sekolah mendapatkan dukungan program pemerintah. “Kalau data kita beres, kita bisa bersaing dengan daerah lain. Kalau data tidak beres, kita bisa tertinggal,” katanya.
Ia menambahkan, program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara bertahap. Pemerintah daerah akan terus melengkapi kebutuhan infrastruktur sekolah yang belum terakomodasi melalui program pemerintah pusat. (pri)


