Kegiatan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, DPMD, Dinas Perikanan, perwakilan DP3AP2KB, Camat Banama Tingang, Kepala Puskesmas, serta Pemerintah Desa Tangkahen. Rapat ini bertujuan mengevaluasi capaian dan efektivitas langkah percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati yang juga Ketua TP3S menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan rakor stunting TP3S. Saya sangat bangga, karena untuk Kecamatan Banama Tingang, lokus stunting di Desa Tangkahen yang sebelumnya ada tiga kasus, kini tinggal satu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu kasus yang tersisa tersebut tidak dapat diturunkan sepenuhnya karena faktor kondisi kesehatan tertentu pada anak. Meski demikian, capaian ini menunjukkan bahwa upaya intervensi yang dilakukan berjalan efektif.
“Saya berterima kasih kepada Camat Banama Tingang, khususnya Kepala Puskesmas dan Kepala Desa Tangkahen, yang mampu menurunkan stunting dengan cepat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam evaluasi dan penyusunan strategi lanjutan.
“Hari ini kami dipimpin Pak Wakil Bupati melaksanakan rakor TP3S tingkat Kecamatan Banama Tingang. Dari hasil intervensi yang sudah dilakukan, saat ini tersisa satu kasus stunting di Desa Tangkahen,” jelasnya.
Ia berharap berbagai kiat dan praktik baik yang ditemukan selama intervensi di Desa Tangkahen dapat direplikasi di desa dan kecamatan lain di Kabupaten Pulang Pisau, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan. (arw/*)


