PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap mempertimbangkan kualitas udara. Jika kondisi udara memburuk, sekolah diminta tidak memaksakan PTM dan dapat kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan keputusan pelaksanaan PTM harus menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara yang dipantau setiap hari melalui stasiun monitoring kualitas udara.
“Kalau misalnya tidak memungkinkan, tidak harus dipaksakan untuk PTM,” kata Achmad Zaini, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, berdasarkan pemantauan pada Jumat, indeks kualitas udara masih berada di bawah angka 200. Kondisi tersebut masih memungkinkan pelaksanaan PTM dengan mengacu pada ketentuan dalam surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain mempertimbangkan kondisi udara, pelaksanaan PTM juga dilakukan karena adanya keinginan dari orang tua siswa agar anak-anak tetap dapat mengikuti pembelajaran secara langsung. Namun, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Dengan persyaratan yang ketat, tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi anak didik, pendidik, dan tenaga pendidik. Kelas juga harus ada kipas, semua memakai masker,” ujarnya.
Achmad menegaskan, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Apabila kualitas udara tiba-tiba memburuk, peserta didik dapat langsung dipulangkan dan kegiatan pembelajaran tatap muka dievaluasi kembali.
Ia menjelaskan, kondisi kualitas udara sebelumnya sempat membaik setelah hujan yang terjadi pada Selasa. Status kualitas udara yang sebelumnya berada pada kategori “Sangat Tidak Sehat” kemudian membaik menjadi “Tidak Sehat”, sehingga PTM kembali diperbolehkan dengan sejumlah ketentuan.
“Bukan serta-merta kita adakan PTM, tetapi memang kemarin hari Selasa hujan, kemudian kualitasnya membaik. Dari ‘Sangat Tidak Sehat’ menjadi ‘Tidak Sehat’, itu sudah diperbolehkan PTM. Hari ini nanti kita evaluasi lagi,” jelasnya.
Achmad juga menyampaikan, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau SDN 02 Petuk Katimpun turut menanyakan kondisi sekolah serta kelayakannya untuk pelaksanaan PTM. Pemerintah daerah menyampaikan bahwa kondisi sekolah saat ini masih dinilai layak untuk pembelajaran tatap muka.
Namun, Wakil Presiden mengingatkan agar PTM tidak dipaksakan apabila kualitas udara kembali memburuk. Dalam kondisi tersebut, pembelajaran dapat dialihkan menjadi PJJ sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik.
Selain persoalan kualitas udara, Achmad mengatakan Wakil Presiden juga menanyakan status pengajuan revitalisasi SDN 02 Petuk Katimpun. Pemerintah daerah telah menyampaikan bahwa sekolah tersebut sudah diajukan untuk mendapatkan program revitalisasi dan diharapkan perbaikan dapat dilakukan tahun ini.
Sementara terkait kunjungan ke Nyaru Menteng, Achmad mengatakan agenda tersebut untuk melihat secara langsung pusat reintroduksi orangutan dan memastikan kondisi kawasan tersebut tidak terdampak akibat kejadian karhutla. (daw)


