Sahdin menjelaskan bahwa terjadinya genangan air tersebut murni disebabkan oleh kendala pembuangan pada sistem drainase, bukan karena kerusakan struktural bangunan.
Disebutkan, meskipun gedung Puskesmas Menteng baru saja direnovasi dan baru beroperasi selama 5 hari, namun curah hujan ekstrem yang terjadi pada Jumat (30/1/2026), mengungkap adanya kelemahan pada sistem pembuangan air sekitar puskesmas.
Ia menyebut, ukuran pipa pembuangan kecil yang ada tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
Efek elevasi volume air di drainase utama meningkat cepat, menyebabkan aliran air berbalik arah (backflow) masuk ke area pelayanan.
Melihat kondisi trsebut ungkap Sahdin, Pemerintah Kota Palangka Raya tidak tinggal diam. Sejak akhir pekan lalu, serangkaian tindakan darurat dan permanen telah dilakukan.
Langkah penanganan cepat dengan pemasangan Gorong-Gorong besar mulai Minggu (1/2/2025), petugas telah memasang gorong-gorong beton dan pipa pembuangan berukuran lebih besar untuk memastikan air mengalir lancar menuju saluran pengaringan.
“Normalisasi layanan per Sabtu (31/1/2026), dimana air dipastikan sudah surut total. Area puskesmas telah dibersihkan dan disterilisasi,” jelas,” Sahdin
Sementara itu Kadinkes Palangka Raya, Riduan telah menginstruksikan koordinasi intensif agar desain drainase di area sekitar diperkuat guna menghadapi puncak musim hujan.
”Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini perbaikan pipa pembuangan sudah dilakukan agar air hujan dapat tersalurkan maksimal ke drainase utama,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena Puskesmas Menteng tetap beroperasi penuh. Semua unit layanan tetap siaga melayani warga.
Diantaranya, Poli Umum dan Gigi, pelayanan ibu dan anak , Laboratorium. Bahkan dalam waktu dekat akan menyiapkan tenaga medis untuk layanan Unit Gawat Darurat untuk perawatan ringan. (Fay/*)



